Syahrini kedapatan memakai sweater dari merek Chanel yang dibanderol dengan harga puluhan juta. Ternyata ada beberapa hal yang membuat sweater cantik milik istri Reino Barack itu berharga fantastis.
- Nur Khotimah
- Rabu, 28 Agustus 2019 - 12:16 WIB
WowKeren - Syahrini seolah identik dengan kemewahan. Penyanyi cantik itu selalu saja tampil kece dengan barang- barang branded koleksi merek ternama. Sering kali barang fashion milik Syahrini dipatok dengan harga fantastis, salah satunya sweater cantik yang dipakai pelantun "Restu" baru-baru ini.
Dalam sebuah unggahan Instagram pada Minggu (25/8), Syahrini tampil cantik dalam balutan sweater keluaran merek Chanel yang dipadukan dengan skirt. Rupanya sweater tersebut dibanderol dengan harga yang cukup fantastis, yakni Rp 29.3 juta. Hal ini diungkap oleh akun Instagram @fashionsyahrini.
Tentu saja fakta tersebut membuat banyak netter syok. Mereka tak habis pikir dengan harga sweater istri Reino Barack itu. "Harga segitu aku mau tau kainnya terbuat dari apa ya?" celetuk netter penasaran. "Gustiiiiii,,,, seketika jiwa missquenn ku meronta," seru yang lain. "Kalau baju syahrini harganya segitu, udah biasa itu bagi gua, tapi,,,? Yg ga habis pikir gua satu baju syahrini, enam lemari baju gua,, kwkwkwkw," tulis lainnya.
Komentar netter itu pun ditanggapi oleh pemilik akun @fashionsyahrini. Sang admin menjelaskan keistimewaan dari sweater mahal Syahrini yang ternyata terbuat dari kain Kashmir. Di mana kain ini terbuat dari selat bulu domba atau kambing yang dipelihara di kawasan dataran Kashmir, India dan dipanen hanya setahun sekali.
"Kain kashmir terbuat dari serat bulu domba atau kambing dari dataran Kashmir (India) yang hanya dapat dipanen bulunya sekali setahun saja," jawab akun @fashionsyahrini. "Chasmere semacam woll tp lbh halus biasa dipakain untuk winter," timpal netter lain. "Wah gila setahun," ujar netter yang lain.
Pernyataan ini pun sesuai dengan keterangan yang ditulis di website resmi Chanel soal sweater dari koleksi La Pausa tersebut. Produk ini merupakan keluaran terbaru yang dibuat dari 100 persen kain Kashmir. Dilansir dari laman Larista Hijab, produksi kain Kashmir memang memakan waktu yang cukup lama.
Di dataran Kashmir, domba betina bulunya dikumpulkan pada musim semi yang biasanya tiba di awal bulan Maret hingga akhir bulan Mei. Untuk menciptakan serat kain yang halus dan lembut, bulu domba Kashmir harus melewati proses de-hairing (pemisahan rambut kasar dan rambut halus). Proses pengumpulan yang cukup panjang ini membuat harga kain Kashmir lebih mahal.
(wk/nur2)