Menurut Fadli, masih banyak faktor pertimbangan yang nantinya bisa mengubah keberjalanan proyek triliunan rupiah ini. Mulai dari persetujuan DPR hingga soal pertumbuhan ekonomi Indonesia.
- Elvariza Opita
- Kamis, 29 Agustus 2019 - 15:03 WIB
WowKeren - Rencana pemindahan Ibu Kota Republik Indonesia sudah semakin terang. Apalagi Presiden Joko Widodo pun telah menetapkan lokasi pasti pusat pemerintahan baru Indonesia, yakni di Provinsi Kalimantan Timur.
Namun rencana ini rupanya belum benar-benar siap dieksekusi. Pasalnya, dalam pernyataan terakhirnya, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyebut bahwa megaproyek visioner ini masih berpotensi untuk dibatalkan. Lantas apa alasannya?
Menurut Fadli, rencana pemindahan Ibu Kota bisa dibatalkan apabila fraksi-fraksi di DPR tak sepakat dengan rencana tersebut. Selain itu, pemindahan Ibu Kota juga bisa dibatalkan apabila ada urusan yang lebih mendesak pada tahun-tahun mendatang.
"Bisa saja tetap di Jakarta kok. Apalagi tiba-tiba nanti tahun depan urusannya sudah lain, mati listrik lagi misalnya. Orang juga lupa, ya kan," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8). "Nanti lihat saja lah apa yang saya omongin hari ini."
Fadli berpandangan proyek pemindahan Ibu Kota ini, apalagi dipindahkan ke luar Pulau Jawa, harus direncanakan sematang mungkin. Selain soal kebutuhan anggaran, pemerintah juga harus memperhatikan sisi pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia sebelum mengeksekusi rencana pemindahan Ibu Kota ini.
"Kalau pemindahan Ibu Kota ke luar pulau itu memerlukan biaya yang besar," tuturnya, dikutip dari Kompas. "Memerlukan perencanaan yang lebih matang lagi, memerlukan suatu kondisi ekonomi yang baik, pertumbuhan yang baik."
Lebih lanjut, Fadli juga mengaku meragukan tekad Jokowi dalam memindahkan Ibu Kota. Ia memprediksi keputusan pemindahan Ibu Kota ini akan berubah setelah dilakukan kajian mendalam.
"Itu kan niat (pemindahan Ibu Kota) belum tentu niat yang mutlak," pungkasnya. "Bisa saja saya kira di tengah jalan setelah melalui kajian yang mendalam, itu (keputusan) bisa berubah."
Sebelumnya, Fadli juga menilai pemindahan Ibu Kota ini sebagai rencana amatiran. Menurutnya rencana ini terlalu tergesa-gesa diungkap ke publik tanpa adanya kajian yang mendalam. Oleh karena itu, Fadli menilai keputusan Jokowi ini hanya upaya presiden untuk terkesan meninggalkan bukti kerja di masa pemerintahannya.
"Apalagi kelihatan bahwa presiden ini tergesa-gesa. Saya baca statement-nya diharapkan tahun 2023-2024 (selesai)," jelas Fadli. "Mungkin berharap ini menjadi legacy di masa pemerintahannya. Jadi ada yang ditinggalkan, ada yang dikenang gitu."
(wk/elva)