Presiden Joko Widodo tidak memungkiri jika teknologi yang ada saat ini memungkinkan informasi didapatkan dengan sangat mudah oleh sebab itu diperlukan adanya filter.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 07 September 2019 - 17:45 WIB
WowKeren - Media sosial menjadi salah satu wadah bagi orang-orang untuk menyalurkan pendapat hingga kritik. Tak sedikit pula pengguna media sosial yang saling memaki dan menjelekkan satu sama lain.
Setiap orang memang bisa menyampaikan kritik namun bukan berarti menghina orang lain. Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyindir sebagian masyarakat yang menurutnya tidak bisa membedakan antara mengkritik dengan menghina.
"Kita ini sudah banyak yang lupa mengenai itu," kata Jokowi seperti dilansir dari laman setkab.go.id. Hal-hal semacam itulah yang membuat Jokowi terkadang merasa sedih. "Kok isinya seperti ini, sedih saya kadang-kadang," ujar mantan Wali Kota Surakarta tersebut.
Perkembangan teknologi membuat berbagai bentuk informasi mudah dijangkau oleh orang-orang. Bukan hanya di Indonesia, keterbukaan yang tidak bisa dihambat itu juga menjadi tantangan bagi negara-negara lain.
"Inilah fenomena saat ini yang sekali lagi harus kita respon dengan baik," tutur Jokowi. "Kita sadarkan pada lingkungan-lingkungan kita sehingga kita sadar semuanya kembali lagi betapa pentingnya sebuah kasih dan sayang."
Jokowi kemudian memberikan contoh hampir semua informasi bisa didapatkan di tangan mudah. Peristiwa yang terjadi di belahan lain dunia bisa dengan cepat menyebar ke tempat lainnya.
"Kita sekarang jadi tahu ada apa di Hongkong, demo yang sudah berbulan-bulan tidak rampung-rampung, tiap hari kita bisa lihat. Di TV mungkin bisa lihat, nggak sempat lihat di TV di Youtube bisa dilihat," jelas Jokowi. "Peristiwa besar misal demo di Perancis, rame di Inggris mengenai Brexit semuanya ngerti semuanya, ada mata uang peso yang baru jatuh kita juga tahu Venezuela keadaannya seperti apa."
Lebih jauh, Jokowi mengingatkan agar masyarakat tetap berpegang teguh pada keimanan dan teladan yang baik agar tidak tenggelam dalam arus global. "Tanpa itu kita berikan kesadaran-kesadaran dan pemahaman-pemahaman kita bisa larut dalam arus global yang menurut saya pengendaliannya sudah sangat sulit sekali," tambah mantan Gubernur DKI Jakarta.
(wk/zodi)