Media lokal Korea melaporkan estimasi laba operasional atau laba usaha dari SM, JYP dan YG Entertainment untuk kuartal ketiga 2019. Berikut ini komentar-komentar netizen.
- Chusnul Chotimah
- Selasa, 01 Oktober 2019 - 13:31 WIB
WowKeren - Baru-baru ini media lokal Korea melaporkan estimasi laba operasional atau laba usaha dari SM, JYP dan YG Entertainment untuk kuartal ketiga 2019. Ini adalah laba dari operasi bisnis (laba kotor dikurangi biaya operasi) sebelum dikurangi bunga dan pajak.
Laba operasional JYP Entertainment diperkirakan mencapai 12,2 miliar won (atau sekitar Rp 144,5 miliar). Jumlah fantastis ini berkat tur konser Twice di Jepang awal tahun ini. ITZY juga menyumbang dari penjualan album debut mereka, begitu juga penjualan Stray Kids yang mengalami peningkatan.
Laba operasional SM Entertainment diperkirakan mencapai 14,3 miliar won (atau sekitar Rp 169,4 miliar). Jumlah ini diperoleh dari hasil penjualan album Baekhyun EXO, EXO-SC (Chanyeol dan Sehun), NCT Dream dan Red Velvet. Kemungkinan adanya kolaborasi SM dengan Marvel serta debut SuperM diperkirakan akan menambah laba akhir tahun mereka.
Di antara tiga agensi, YG Entertainment tampaknya paling mengenaskan. Laba operasional agensi diperkirakan hanya mencapai 50 juta won (atau sekitar Rp 592,3 juta), mengalami penurunan 98,1 persen dari tahun lalu. Ini karena keuntungan dari album, musik dan konser rendah karena pengurangan aktivitas artis secara keseluruhan. Agensi disebut menderita kerugian karena tidak adanya produksi.
Perkiraan laba operasional YG Entertainment untuk kuartal ketiga tahun ini cukup membuat netizen syok. Banyak yang mempertanyakan apakah ada salah ketik dalam penulisan angka. Namun sebagian netizen memilih percaya jika melihat nilai saham YG yang semakin turun dalam beberapa bulan terakhir. Netizen menyoroti BLACKPINK (Black Pink) yang sepertinya bekerja tanpa henti tapi tetap tidak bisa menyelamatkan keuangan agensi.
"Pesaing YG lebih dari 10 miliar won, tapi laba operasi YG hanya 50 juta won, mereka benar-benar bangkrut," komentar netizen. "Hah? 50 juta won? Apakah mereka tidak salah ketik?" tambah netizen lain. "50 juta won? Ini bukan individu tapi perusahaan," sahut yang lain.
"Jadwal BLACKPINK sangat ketat sehingga para membernya bekerja seperti sapi. Aku kasihan dengan BLACKPINK," kata netizen. "Yang paling penting adalah apa yang akan dilakukan YG dengan BLACKPINK di masa depan. Tapi debut solo Rose saja belum jelas. Jumlah comeback BLACKPINK terlalu sedikit dan mereka memiliki terlalu sedikit lagu. Aku benar-benar tidak mengerti YG," tutur netizen.
"BLACKPINK tidak dapat menyelamatkan YG. BLACKPINK harus mempromosikan secara lebih aktif di Korea sehingga fandom inti mereka akan dipertahankan dan diperluas, maka publik akan lebih mengenal mereka dan sekarang aku mengerti kenapa YG mengirim BLACKPINK ke Jepang pada akhir tahun," pungkas lainnya.
(wk/chus)