Jembatan Ambrol di Taiwan Tewaskan 2 WNI
Dunia

Menurut Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Joedha Nugraha, jembatan tersebut runtuh pada Selasa (1/10) sekitar pukul 09.30 waktu setempat.

WowKeren - Sebuah jembatan di Taiwan ambruk pada Selasa (1/10). Peristiwa tersebut dilaporkan juga menelan korban beberapa warga negara Indonesia (WNI).

3 orang WNI dilaporkan hilang dalam insiden tersebut. 2 di antaranya kini telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Tim pencarian otoritas Taiwan telah menemukan 2 dari 3 WNI yang hilang," jelas Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Joedha Nugraha, pada Rabu (2/10). "Keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia."

Jenazah kedua korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Veteran di Yilan. Otoritas Taiwan hingga kini juga masih terus mencari 1 orang WNI yang hilang.

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei sendiri telah mengirim tim ke lokasi kejadian. Selain 3 WNI yang hilang, 4 WNI juga mengalami luka-luka.


"Keseluruhan korban WNI baik luka maupun meninggal adalah pekerja migran Indonesia yang resmi bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal ikan milik Taiwan," terang Joedha. "KDEI Taipei terus memberikan bantuan kepada para korban luka WNI."

Joedha menjelaskan bahwa jembatan yang runtuh tersebut berada di Kota Nanfang'ao, Yilan, Taiwan, atau sekitar 62 kilometer utara Taipei. "Runtuh sekitar pukul 09.30 waktu setempat pada Selasa, 1 Oktober 2019. Jembatan menimpa tiga kapal ikan dan satu truk minyak," ungkap Joedha.

Sementara itu, penyebab runtuhnya jembatan yang dibangun pada 1998 tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti. Sebelumnya, Taiwan memang sempat mendapat topan pada Senin (30/9) malam. Namun pada pada saat jembatan runtuh, cuaca baik-baik saja.

Menurut Menteri Transportasi Lin Chia-Lung, jaksa penuntut telah melangsungkan penyelidikan terkait penyebab insiden tersebut. Ia juga menyebut bahwa jembatan berusia 50 tahun tersebut diperkirakan masih layak pakai.

"Kondisi cuaca terkini, gempa bumi dan penilaian jembatan sebelumnya akan dipertimbangkan," tutur Menteri Transportasi Taiwan. "Kami akan sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan."

Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-Chang sendiri telah buka suara terkait insiden ini di media sosialnya. "Menyelamatkan nyawa adalah prioritas. Saya akan meminta otoritas terkait untuk melakukan semua upaya penyelamatan yang memungkinkan," pungkas PM Taiwan.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait