Satu Member BTS Dibocorkan Bakal Wamil Tahun Ini, Begini Respon Big Hit
Twitter/bts_bighit
Selebriti

Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata bernama Park Yang Yoo ikut memberikan tanggapan soal keinginan fans yang ingin BTS dibebastugaskan dari wamil.

WowKeren - Seorang anggota Majelis Nasional bernama Ahn Min Suk belum lama ini membuat bocoran mengejutkan soal member BTS (Bangtan Boys). Pasalnya pria yang juga menjadi ketua Komite untuk Budaya, Olahraga dan Pariwisata itu menyebut ada salah satu di antara V cs yang bakal wamil tahun 2019 ini.

"Sepertinya salah satu anggota BTS pergi ke militer tahun ini. Tampaknya telah diputuskan untuk tidak memberikan perlakuan khusus mengenai dinas militer kepada seniman budaya pop," ujar Ahn Min Suk.


"Mereka yang mengejar seni rupa menerima perlakuan khusus mengenai dinas militer jika mereka menempati posisi kedua di kompetisi internasional. Sistem ini diberlakukan selama tahun 1970-an. Pada saat itu, ada perbedaan yang sangat jelas antara seni rupa dan budaya pop," sambung Ahn Min Suk.

"Sekarang tembok-tembok itu telah runtuh, jadi tidak masuk akal hanya 'seniman murni' yang mendapatkan perlakuan khusus mengenai dinas militer dan tidak memberikannya juga kepada seniman budaya pop," imbuh Ahn Min Suk.

Ucapan Ahn Min Suk ini rupanya langsung menimbulkan rumor bahwa memang akan ada member BTS yang wamil tahun ini. Big Hit Entertainment pada Senin (21/10) akhirnya memberikan tanggapan resmi.

Pihak Big Hit dengan tegas membantah rumor itu. "Kami tidak tahu mengapa kisah seperti itu muncul tapi laporan soal ada yang wamil tahun ini itu palsu," ungkap perwakilan Big Hit.

Di sisi lain, Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata bernama Park Yang Yoo juga ikut memberikan tanggapan soal keinginan fans yang ingin BTS dibebastugaskan dari wamil.

"Bahkan sebelum BTS, ada banyak pendapat tentang apakah seniman budaya pop harus menerima perlakuan khusus mengenai dinas militer, jadi kami telah membahas masalah ini sejak lama," ungkap Park Yang Yoo.

"Namun, Asosiasi Tenaga Kerja Militer dan Kementerian Pertahanan Nasional berpendapat bahwa, jika mungkin, semua perlakuan khusus mengenai dinas militer harus dikurangi," sambung Park Yang Yoo.

"Dari sudut pandang Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata, akan lebih baik jika perlakuan khusus seperti itu dapat diperpanjang sehingga dapat lebih mempromosikan industri budaya dan olahraga kita," lanjut Park Yang Yoo.

"Ada kompetisi internasional dan domestik yang jelas untuk olahraga atau seni klasik. Orang-orang telah menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang jelas untuk budaya pop, sehingga sulit untuk distandarisasi," imbuh Park Yang Yoo.

"Ketika kami berdiskusi dengan industri budaya pop dan menyebutkan kesulitan mendapatkan perlakuan khusus, mereka mengatakan bahwa masalah paling praktis bagi mereka adalah kesulitan pergi ke luar negeri untuk konser bagi mereka yang belum menyelesaikan dinas militer mereka," tambah Park Yang Yoo.

"Mereka meminta keringanan hukuman dalam hal ini, jadi kami telah bernegosiasi dengan Asosiasi Tenaga Kerja Militer dan Kementerian Pertahanan Nasional tentang hal itu," pungkas Park Yang Yoo.

You can share this post!

Related Posts
Loading...