FPI Meradang Usai Habib Rizieq Dapat Tawaran Bantuan Uang
Nasional
Kepulangan Habib Rizieq

Kuasa hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Pawiro menegaskan kliennya bukan dicekal karena masalah denda overstay. Karena itulah ia merasa tersinggung atas bantuan uang yang ditawarkan Menko Mahfud MD.

WowKeren - Masalah kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab masih terus dibicarakan. Apalagi usai Rizieq mengaku dicekal oleh pihak Arab Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia.

Namun belakangan terungkap bahwa Rizieq dicekal oleh Arab Saudi atas dasar keamanan. Hal ini diungkap oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD usai menerima "surat cekal" yang sempat ditunjukkan Rizieq.


Lebih lanjut, Mahfud memperkirakan ada dua alasan mengapa Rizieq dilarang keluar dari Arab Saudi. Alasannya meliputi denda overstay atau karena waktu izin tinggal yang telah habis.

Dengan masalah seperti itu, menurut Mahfud, hanya Rizieq sendiri lah yang bisa menyelesaikannya. Mahfud pun bertekad untuk membantu menyelesaikan permasalahan itu, salah satunya dengan memberikan bantuan uang secara pribadi kepada sang habib. Bantuan ini akan diberikan bila benar Rizieq dicekal karena denda overstay.

"Kan dia (Rizieq) nantang kalau cuma uang dia punya kan," ujar Mahfud. "Dia (Rizieq) nggak perlu uang. Kalau perlu uang, saya pribadi bantu kalau cuma Rp110 juta."

Bantuan yang ditawarkan Mahfud itu rupanya menyinggung perasaan Kuasa Hukum FPI, Sugito Atmo Pawiro. Dengan penuh emosi Sugito mengklaim bahwa pihaknya mampu membayar sendiri denda tersebut. Tentu saja bila Rizieq dicekal lantaran denda overstay. Namun menurut Sugito, sampai sekarang, tak ada penjelasan serta bukti perihal pencekalan Rizieq karena persoalan overstay.

"Tidak usah, saya bayar sendiri, enggak usah bantu-bantu!" ujar Sugito, Jumat (15/11). "Enggak ada, enak aja mau bayar-bayar. Mana buktinya kalau ada overstay, kita bayar."

Menurut Sugito, pihaknya telah berulang kali meminta bukti bila benar Rizieq dicekal karena overstay. Namun nyatanya hingga kini tak ada bukti terkait overstay yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi.

Dengan demikian, Sugito berkesimpulan bukan maslaah overstay-lah yang menjadi alasan pencekalan Rizieq. Sugito lantas menuding pemerintah Indonesia tengah memutarbalikkan fakta terkait pencekalan Rizieq.

"Pemerintah Arab Saudi terhadap TKI ilegal itu sangat keras dan sangat kejam, bahkan biasanya langsung dipenjarakan untuk bayar denda atas overstay, terus deportasi," papar Sugito, dilansir Suara. "Ini tidak dilakukan."

"Jadi intinya keamanan Arab Saudi terbantahkan, ini bukan keamanan Arab Saudi," imbuhnya. "Pasti ada maksud tertentu yang ingin Habib Rizieq tidak pulang ke Indonesia."

You can share this post!

Related Posts
Loading...