Menpora Desak Malaysia Minta Maaf, Ungkit Insiden di GBK September Silam
Nasional
Bentrok Suporter Indonesia vs Malaysia

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali memastikan bahwa pemerintah Indonesia pasti akan memaafkan perilaku kekerasan itu asalkan ada niat pasti untuk mengungkap pelakunya.

WowKeren - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali menegaskan bahwa pemerintah Malaysia harus meminta maaf secara resmi. Hal itu terkait insiden kekerasan terhadap suporter Indonesia yang dilakukan oleh suporter tim sepak bola Malaysia.

Zainudin mengaku telah mengetahui permintaan maaf dari Menpora Malaysia Syad Saddiq yang disampaikan melalui media sosial. Namun menurutnya, hal itu masih belum cukup sebab permintaan maaf tersebut harus disampaikan secara resmi. "Pemerintah Malaysia harus meminta maaf secara resmi kepada masyarakat Indonesia," kata Zainudin dilansir Antara, Minggu (24/10).


Ia menyebut bahwa Indonesia telah melayangkan surat secara resmi ke pemerintah Malaysia. Oleh sebab itu, Malaysia juga harus menyampaikan maafnya secara resmi pula.

Indonesia sebelumnya telah melayangkan surat resmi kepada Malaysia yang meminta agar kasus tersebut diusut tuntas hingga mengungkap siapa pelaku penganiayaan. "Jadi karena kami sudah mengirim surat secara resmi, semestinya Pemerintah Malaysia juga harus menyampaikan permintaan maaf secara resmi pula," tegas Zainudin.

Lebih jauh, ia pun mengungkit kejadian serupa beberapa waktu lalu. Saat terjadi insiden yang melibatkan suporter dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 5 September lalu, mantan Menpora Imam Nahrawi langsung menyampaikan permohonan maaf setelah resmi.

"Saat itu Pemerintah Indonesia langsung meminta maaf secara resmi," ujar Zainudin. "Bahkan, Menpora kita yang ketika itu dijabat Pak Imam Nahrawi datang langsung ke Menpora Malaysia untuk menyampaikan permintaan maaf."

Zainudin memastikan bahwa jika Malaysia mau meminta maaf secara resmi maka pemerintah Indonesia juga tak akan ragu untuk memaafkan. Namun dengan satu catatan, bahwa kasus tersebut harus diungkap tuntas hingga ke pelakunya.

"Kalau meminta maaf secara resmi nanti pasti dimaafkan kok," lanjut Zainudin. "Asalkan juga ada kepastian bahwa pelaku penganiayaan telah diproses secara hukum."

You can share this post!

Related Posts