Menurut juru bicara PKS, Ahmad Fathul Bari, pihaknya ingin agar potensi para staf khusus milenial Presiden Joko Widodo tersebut dioptimalkan bagi bangsa dan negara.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 27 November 2019 - 12:18 WIB
WowKeren - Pengangkatan 7 staf khusus Presiden Joko Widodo yang berasal dari generasi milenial hingga kini masih menuai polemik. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya, tidak ingin para stafsus milenial tersebut hanya dijadikan komoditas pencitraan dan gimmick semata.
Menurut juru bicara PKS, Ahmad Fathul Bari, pihaknya ingin agar potensi para stafsus milenial tersebut dioptimalkan bagi bangsa dan negara. Selain itu, Fathul juga mengaku mengapresiasi terbukanya ruang bagi kalangan muda di pemerintahan Jokowi.
"Secara pribadi, sebagai kalangan muda, langkah Presiden memberi ruang kepada anak muda tentu kita apresiasi, seperti halnya Nadiem Makarim yang menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta para Wakil Menteri," ujar Fathul dilansir Okezone pada Rabu (27/11). "Begitu juga dengan stafsus milenial."
Meski demikian, Fathul juga mengingatkan agar tugas pokok dan fungsi stafsus dipastikan dengan jelas. Dengan demikian, potensi mereka dapat dioptimalkan.
"Dan keberadaan mereka bukan hanya jadi objek komoditas pencitraan dan gimmick dari Presiden Jokowi," ujar Fathul. "Atau bahkan politik pengalihan terhadap isu-isu penting lainnya, seperti isu Perppu KPK, BPJS, dan sebagainya."
Selain itu, Fathul juga menyinggung soal beberapa isu kebijakan yang menjadi persoalan di pemerintahan Jokowi. "Bahkan banyak isu terkait kebijakan terhadap milenial yang banyak jadi catatan, misal tentang pertumbuhan ekonomi yang stagnan di tengah bonus demografi yang sedang terjadi, tingginya tingkat pengangguran terdidik, serta rasio utang terhadap PDB yang mencapai angka 36 persen sehingga jadi beban utang generasi karena tiap orang memiliki beban utang masing-masing 18 juta," pungkas Fathul.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon juga sempat memberikan kritik terhadap para stafsus Jokowi ini. Menurut Fadli, para stafsus milenial itu tak lebih dari sekadar "pajangan" di pemerintahan Jokowi.
"Cuma lipstick saja, pajangan saja lah itu," kata Fadli, Sabtu (23/11). "Kita mau melihat kinerja orang pada kapasitas, kapabilitas, tidak melihat umur, harusnya."
(wk/Bert)