Stafsus Jokowi Ungkap Siapa 'Kubu Sebelah' yang Disindirnya Megap-Megap
Nasional

Salah satu staf khusus Presiden Jokowi, Gracia Billy Mambrasar, sempat mencuitkan soal 'kubu sebelah megap-megap' di media sosial. Billy sendiri telah meminta maaf dan kini menjelaskan siapa kubu yang dimaksudnya.

WowKeren - Salah satu staf khusus Presiden Joko Widodo, yakni Gracia Billy Mambrasar, kembali menuai kontroversi dengan cuitannya di media sosial. Dalam unggahan yang kini telah dihapusnya, Billy sempat menuliskan satu kata yang menimbulkan kesalahpahaman, yakni "kubu".

"Stlh membahas ttg Pancasila (yg bikin kubu sebelah megap2), lalu kerja mendesign kartu Pra-kerja di Jkt,lalu sy ke Pulau Damai penuh keberagaman:BALI!" cuit Billy. "Utk mengisi materi co-working space, mendorong bertambahnya jumlah entrepreneur muda,utk pengurangan pengangguran&angka kemiskinan."

Billy sendiri telah meminta maaf atas cuitannya tersebut. Putra Papua tersebut lantas menjelaskan pihak yang dimaksudnya sebagai "kubu sebelah".

Menurut Billy, istilah "kubu sebelah" yang sempat digunakannya itu tidak berhubungan dengan Pemilihan Presiden. Kubu ini juga tidak ada kaitannya dengan kelompok yang sering dianggap anti-Pancasila.


"Saya merefer kata 'kubu' ke mereka yang nyinyir terhadap performance kinerja kami terkait Pancasila," terang Billy dilansir detikcom pada Senin (2/12). "Bukan kubu anti-Pancasila atau bahkan merujuk ke agama tertentu."

Cuitan tersebut ditulisnya untuk meng-update perkembangan kinerjanya yang kerap dinyinyiri sejumlah pihak. "Nah itu cuitan saya yang isinya meng-update progress pekerjaan kami yang karena dinyiyirin oleh para pesimis yang meragukan kinerja kami," jelas Billy.

Di sisi lain, cuitan Billy yang kontroversial ini telah ditanggapi oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Fadli yang pernah mengkritik soal penunjukan stafsus dari kalangan milenial itu menyayangkan sikap Billy.

"Itulah ciri-ciri stafsus yang masih labil dan menunjukkan kelasnya sebagai buzzer saja," kata Fadli Zon, Minggu (1/12). Harusnya Presiden cari orang-orang terbaik dengan kedewasaan yang terukur. Dan itu tak terkait usia. Banyak orang muda yang hebat-hebat dan dewasa. Sebaiknya yang bersangkutan menghayati apa itu stafsus dan perannya agar maksimal memberi masukan-masukan yang terbaik bagi Presiden."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait