Dilarang Susi, Menteri Edhy Prabowo Justru Siap Ekspor Benih Lobster
Nasional
Kebijakan Edhy Prabowo vs Susi Pudjiastuti

Kembali Menteri KKP Edhy Prabowo mengambil kebijakan yang sangat berlawanan dengan keputusan Susi Pudjiastuti dahulu. Kali ini Edhy mengaku akan membuka keran ekspor benih lobster yang dahulu dilarang Susi.

WowKeren - Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo terus menjadi sorotan publik. Pasalnya beberapa kali Edhy mengambil kebijakan yang berbeda 180 derajat dari era Susi Pudjiastuti dahulu.

Kini kembali Edhy mengambil langkah yang berlawanan arah dengan sang eks menteri. Edhy diketahui berencana membuka keran ekspor benih lobster, sebuah kebijakan yang dilarang oleh Susi kala ia masih menjabat dahulu.

Sebagai pengingat, Susi melarang aktivitas ekspor benih lobster terutama yang dibawah ukuran 200 gram. Kini keran ekspor itu bakal dibuka lagi oleh Edhy, dengan pertimbangan besarnya potensi pasar yang ada.

Edhy mengaku menyadari potensi pasar benih lobster itu ketika mengirim tim ke Vietnam untuk memantau harga benih lobster. Menariknya, benih lobster di sana bisa dibanderol smapai berkali-kali lipat bila dibandingkan dengan harga jual dari nelayan di Indonesia.


"Paling mahal itu Rp139 ribu satu benih," ujar Edhy di Rakornas KKP, Hotel Borobudur seperti dilansir CNBC Indonesia pada Rabu (4/12). Ia lantas menirukan percakapannya dengan tim yang dikirimnya ke Vietnam. "'Gila, satu benih baby lobster itu Rp139 ribu?' 'Iya Pak, susah barangnya sekarang. Biasanya hanya Rp50-70 ribuan'."

Padahal, sambung Edhy, benih lobster di Indonesia biasanya dijual pada kisaran Rp3.000 hingga Rp5.000. Pembengkakan harga benih ini disinyalir akibat rute perjalanan yang tidak langsung.

Seperti diketahui, sebelum mencapai Vietnam, benih lobster tersebut harus "singgah" terlebih dahulu di Singapura. Adanya perantara itu lah yang membuat harga benih lobster melonjak tajam.

Namun potensi besar ini masih dibayangi oleh terganggunya ekosistem serta budidaya lobster. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu lantas mendorong petambak untuk menyediakan restok lobster dewasa sebanyak lima persen.

Termasuk adanya kajian khusus terkait perkembangbiakan lobster jika kebijakan tersebut jadi diterapkan. "Lewat putusan ilmiah. lobster itu kalau tidak dipanen toh tumbuhnya (hanya) satu persen," pungkas Edhy.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts