Setelah mengemban amanat sebagai Menteri, Erick pun membeberkan apa saja perubahan yang terjadi di dalam dirinya. Hal ini diungkapkan Erick kala menjadi pembicara di acara 'Mata Najwa' edisi Rabu (4/12).
- Bertilia Puteri
- Kamis, 05 Desember 2019 - 13:46 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo telah menunjuk Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggantikan Rini Soemarno. Erick sendiri sebelumnya merupakan CEO di sejumlah perusahaan ternama.
Setelah mengemban amanat sebagai Menteri, Erick pun membeberkan apa saja perubahan yang terjadi di dalam dirinya. Hal ini diungkapkan Erick kala menjadi pembicara di acara "Mata Najwa" di Trans7 edisi Rabu (4/12).
Kepada Najwa Shihab, Erick mengaku tidak mendapatkan bayaran yang besar sebagai Menteri. Ia mengaku bayarannya sekarang lebih kecil apabila dibandingkan dengan pendapatannya kala menjadi CEO.
"Jadi Menteri BUMN, tambah kaya apa tambah miskin?" tanya Najwa. "Kayaknya tambah miskin, gajinya saja lebih kecil dari sebelumnya, Rp 19 juta," jawab Erick.
Meski menerima bayaran yang lebih kecil, Erick tetap menganggap jabatannya sebagai amanat dari negara. Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan sebagai Menteri BUMN merupakan pengorbanan untuk bekerja secara terus menerus.
Lebih lanjut, Erick membagikan ceritanya kala harus meninggalkan keluarga selama 2 pekan. Karena hal tersebut, putra bungsu Erick yang baru berusia 15 tahun pun menyindirnya dengan panggilan "Om".
"Harus berkorban, memang yang kami lakukan sekarang harus dilakukan. Bekerja terus menerus. Kalau kami lihat sirkulasi hidup selama sebulan saja sudah berubah," terang Erick. "Dua pekan ini dari Adu Dhabi, Tokyo, Korea, Bali. Pulang-pulang dipanggil Om sama anak kecil saya 15 tahun."
Selain itu, Erick juga mengaku siap apabila dirinya dicopot oleh Jokowi sewaktu-waktu dari jabatan Menteri BUMN. Erick bahkan menyampaikan kepada jajaran di bawahnya agar selalu siap dicopot dari jabatan.
"Harus siap juga dicopot. Apa yang kami lakukan sekarang bukan untuk hari ini," pungkas Erick. "Tentu saya bilang ke teman-teman, kami harus siap kerja dua tahun atau lima tahun."
Sementara itu, gaya komunikasi Erick selama menjadi Menteri BUMN juga sempat disorot oleh Sandiaga Uno dalam kesempatan tersebut. Sandiaga menilai kini gaya bicara Erick sudah selayaknya politikus. Padahal, imbuh Sandiaga, sebelumnya Erick dikenal kurang cakap dalam merangkai kata-kata.
(wk/Bert)