Politisi PSI Nilai Kasus Habib Jafar Shodiq Jadi Alasan Kuat Untuk Membubarkan FPI
Nasional
Jafar Shodiq Dituduh Hina Maruf Amin

Intelektual muda NU sekaligus politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli, menanggapi kasus Habib Jafar Shodiq yang diduga menghina Ma'ruf Amin 'babi'.

WowKeren - Habib Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas yang diduga menghina Wakil Presiden Ma'ruf Amin kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya, dalam video yang viral di media sosial, Habib Jafar memancing jemaahnya untuk menjawab "babi" kala ia menyebut nama Ma'ruf.

Kasus ini lantas ditanggapi oleh intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli. Ia memberikan apresiasinya kepada pihak kepolisian lantaran sudah sigap mengamankan Habib Jafar sebelum terjadi gesekan di dalam masyarakat.

"Kita apresiasi Polri yang cepat menangkap Jafar Shodiq untuk mengantisipasi gesekan di bawah," terang Guntur dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (6/12). "Karena Shodiq memaki KH Ma'ruf Amin yang merupakan ulama sepuh yang sangat dihormati dengan jutaan pengikut dan kini sebagai Wakil Presiden."

Menurut Guntur, Habib Jafar menambah rentetan panjang tokoh dan pengikut Front Pembela Islam (FPI) yang terlibat dalam kasus kekerasan, penganiayaan, dan penyebaran kebencian. Oleh sebab itu, Guntur menegaskan bahwa pemerintah sudah seharusnya tidak memperpanjang izin FPI.


"Harusnya pemerintah membubarkan FPI karena organisasi ini berisi tokoh dan pengikut yang identik dengan kekerasan dan pelanggaran hukum," tegas Guntur. "Sebut saja Imam Besarnya Habib Rizieq Syihab yang pernah masuk penjara dua kali, juga Munarman, Novel Bamukmin, Bahar bin Smith dan lain-lain."

Selain itu, Guntur juga meminta agar pemerintah lebih tegas dalam menindak ceramah keagamaan yang berisi ujaran kebencian. "Pemerintah lebih tegas lagi menindak ceramah-ceramah keagamaan yang disalahgunakan untuk penyebaran kebencian, adu domba isu SARA dan fitnah," tutur Guntur.

Sebelumnya, Habib Jafar telah diamankan di kediamannya di Depok. Habib Jafar juga sempat diinterogasi oleh polisi sebelum diamankan.

Menurut Ketua RT setempat, Habib Jafar mengakui bahwa sosok dalam video viral yang beredar adalah dirinya. Namun, ia juga mengaku bahwa video itu merupakan "produk tangan jahil" alias diedit oleh oknum tak bertanggung jawab.

"Saya hanya menyaksikan saja," kata Ketua RT 01, Witutu, Kamis (5/12). "Pak Jafar mengakui video yang viral itu dirinya dan video itu terpotong-potong, kata Jafar."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts