Erick Thohir Akui Godaan Untuk Dirut Garuda Lebih Banyak, Kok Bisa?
Nasional
Dirut Garuda Selundupkan Harley

Menteri BUMN ini mengakui bahwa godaan yang harus dihadapi pimpinan Garuda Indonesia jauh lebih berat dibandingkan perusahaan lain, begini penjelasan Erick.

WowKeren - Dari berbagai hal yang mungkin ditanyakan kepada Menteri BUMN Erick Thohir, tampaknya kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton lah yang paling sering ditanyakan. Hal itu terbukti dari Erick yang kembali ditanyai hal serupa ketika menjadi pembicara di acara Milenial Fest, Balai Sarbini, Jakarta.

Tak hanya soal penyelundupannya, Erick pun turut ditanyai seputar isu perselingkuhan dan prostitusi yang diduga terjadi di lingkup internal maskapai. Erick pun membenarkan bahwa menjadi pemimpin, termasuk di Garuda Indonesia, bukanlah hal yang mudah. Pimpinan harus diimbangi dengan akhlak yang baik.


"Jadi apapun yang kita kerjakan harus akhlak nomor satunya, itu karakter kita," kata Erick, Sabtu (14/12). "Apalagi di Garuda itu semuanya ada, kalau sudah jadi satu pimpinan pasti akan mendapat banyak."

Erick pun membenarkan bahwa ada banyak godaan yang harus dihadapi pucuk pimpinan. Apalagi di Garuda Indonesia, imbuh Erick, yang harus diakui menghadapi godaan lebih berat dibanding pimpinan perusahaan pelat merah lain.

"Yang problem itu, Garuda kan dikelilingi perempuan yang cantik-cantik," kata Erick, dilansir dari Detik Finance. "Kalau kita laki-laki kan tiga hal yang memberatkan, (yaitu) kekuasaan, uang dan wanita."

"Memang, siapapun yang memimpin Garuda ini tidak mudah, jauh lebih berat dari BUMN lain karena tiga hal itu. Perindo (Perum Perikanan Indonesia) banyak hubungannya dengan ikan, pelabuhan cold storage, apa yang dilihat?" imbuh Erick sambil tertawa.

Untuk diketahui, Erick telah mencopot 5 dewan direksi Garuda Indonesia usai ramai kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton di armada baru maskapai tersebut. Termasuk di antaranya Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, yang disebut-sebut terlibat aktif dalam penyelundupan itu.

Usai kasus ini mencuat ke publik, berbagai "skandal sampingan" pun langsung meramaikan Indonesia. Mulai dari isu perselingkuhan, prostitusi di kalangan pramugari dan petinggi Garuda Indonesia, hingga beberapa pejabat maskapai yang menyalahgunakan wewenang mereka untuk kepentingan pribadi.

Kekinian anak-cucu-cicit usaha Garuda Indonesia pun ikut menjadi sorotan lantaran eks direktur maskapai yang berbondong-bondong menjadi komisaris di perusahaan tersebut. Termasuk di antaranya adalah PT Garuda Tauberes Indonesia yang dianggap tidak jelas oleh Erick.

You can share this post!

Related Posts