Eks Menkominfo Rudiantara sempat digadang-gadang akan menjadi Dirut PLN. Namun rupanya sosok eks Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini lah yang dipilih pada RUPS Senin (23/12) kemarin.
- Elvariza Opita
- Rabu, 25 Desember 2019 - 12:46 WIB
WowKeren - Beberapa waktu belakangan nama eks Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjadi pembicaraan panas di kalangan masyarakat. Pasalnya Rudiantara sempat digadang-gadang akan menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), namun belakangan "dihempaskan" begitu saja.
Sebagai pengingat, Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk mantan Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini, untuk menjadi Dirut PLN. Keputusan ini diambil dalam RUPS PLN yang digelar pada Senin (23/12) kemarin.
Selain Zulkifli, Erick juga menunjuk mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Amien Sunaryadi sebagai Komisaris Utama PLN. "Baik Pak Amien maupun Pak Zulkifli memiliki rekam jejak yang sangat baik, siap berkeringat, dan berakhlak," kata Erick dalam keterangan tertulisnya, dilansir Kompas.
Tak pelak Rudiantara yang batal dipilih menjadi Dirut PLN ini pun langsung membuat ramai Indonesia. Berbagai spekulasi pun bermunculan, termasuk kemungkinan bahwa Rudiantara "didepak" karena alasan politis.
Menanggapinya, Kementerian BUMN pun angkat bicara. Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengungkap alasan Erick lebih memilih Zulkifli ketimbang Rudiantara karena menyesuaikan kebutuhan PLN saat ini.
Lebih lanjut, menurut Arya, saat ini PLN memerlukan sosok yang mampu memperbaiki kinerja finansial perusahaan. Salah satunya adalah dengan cara efisiensi. Oleh karena itu, sosok Zulkifli yang sudah akrab dengan dunia keuangan dinilai lebih tepat menjadi Dirut PLN.
"Untuk saat ini yang terbaik yang dibutuhkan PLN (adalah) Pak Zulkifli," kata Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (23/12). "Pak Zulkifli ini ahli di manajemen keuangan. Kebutuhan PLN saat ini kita lihat ingin ekspansi dan perkuat distribusi, artinya cash flow harus kuat."
Arya pun membantah Rudiantara tidak dipilih karena alasan politis. Ia memastikan pihaknya hanya semata-mata melihat dari kebutuhan perseroan tersebut. "Enggak ada lah kayak begitu (unsur politis)," ujar Arya menegaskan.
Di sisi lain, Erick sudah memberikan sejumlah tugas penting kepada petinggi baru PLN. Salah satunya menciptakan tarif listrik yang efisien bagi masyarakat maupun industri.
(wk/elva)