Jadi Biang Kontroversi Saat Memimpin, Travis Kalanick Akhirnya Hengkang Dari Uber
Dunia

Mundurnya Kalanick ini tak lama usai ia mencairkan sahamnya di Uber yang bernilai lebih dari USD 2,1 miliar (sekitar Rp 29 triliun). Ia berencana untuk lebih memfokuskan dirinya pada bisnis barunya dan juga berbagai kegiatan filantropi.

WowKeren - Mantan CEO Uber, Travis Kalanick akhirnya benar-benar meninggalkan perusahaan yang didirikannya itu. Kalanick dikabarkan bakal meninggalkan posisinya di dewan direksi pada 31 Desember mendatang. Kabarnya, ia berencana untuk lebih memfokuskan dirinya pada bisnis barunya dan juga berbagai kegiatan filantropi.

“Uber telah menjadi bagian dari hidup saya selama 10 tahun terakhir," kata Kalanick yang dilansir The New York Times pada Selasa (24/12). "Pada akhir dekade ini, dan dengan perusahaan yang sekarang terbuka untuk umum, sepertinya saat yang tepat bagi saya untuk fokus pada bisnis saya saat ini dan upaya filantropi."

Mundurnya Kalanick ini tak lama usai muncul kabar bahwa ia mencairkan sahamnya di Uber yang bernilai lebih dari USD 2,1 miliar (sekitar Rp 29 triliun). Kalanick sendiri merupakan CEO Uber dari 2010 hingga 2017 yang selama masa kepemimpinannya, Uber kerap dilanda berbagai kontroversi. Dari mulai budaya kerja yang toxic dan juga bermacam trik untuk mengakali peraturan dari pemerintah.


Setelah itu, Kalanick akhirnya dilengserkan dari posisinya sebagai CEO dan digantikan oleh Dara Khosrowshahi. Akan tetapi, meski sudah tak menjabat sebagai CEO, Kalanick masih berada di dewan direksi Uber.

Walaupun sudah tak menjabat sebagai CEO selama lebih dari dua tahun, Uber sendiri masih terus berusaha untuk 'membersihkan' beberapa masalah yang ditinggalkan oleh Kalanick saat ia masih menjadi CEO. Contohnya yakni dengan menyiapkan dana untuk karyawan dan mantan karyawan yang mengalami pelecehan seksual di perusahaan tersebut.

Kasus pelecehan seksual ini salah satunya dialami oleh Susan Fowler. Ia mengaku telah mengalami pelecehan seksual selama bekerja di Uber. Namun, menurutnya Kalanick dan sejumlah pejabat di perusahaan itu tak menindaklanjuti laporan yang sudah diajukannya mengenai tindakan yang tidak senonoh itu.

Selain itu, perusahaan yang pernah mengaspal di Indonesia ini juga sempat terlibat masalah kompensasi dengan para pengemudinya, di mana ada sekitar 96 ribu pengemudi yang menggugat Uber atas bayaran yang tak mereka terima sejak 2011. Atas masalah ini, Uber setuju untuk membayar mereka sebesar hampir USD 650 juta (sekitar Rp 9 miliar).

(wk/aros)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait