Situs agensi pemerintah Amerika Serikat (AS) sempat diretas oleh hacker Iran pada Sabtu (4/1) lalu. Hal ini dilakukan sebagai aksi 'balas dendam' atas kematian Jenderal Qasem Soleimani.
- Nidya Putri
- Senin, 06 Januari 2020 - 15:28 WIB
WowKeren - Konfilk Amerika Serikat (AS) dan Iran kian memanas beberapa waktu terakhir. Hal ini disebabkan karena tewasnya Komandan pasukan elit Quds Iran, Jenderal Qasem Soleimani dalam serangan udara pasukan Amerika Serikat (AS) di Irak pada Jumat (3/1).
Pada Sabtu (4/1), sebuah kelompok yang mengklaim sebagai hacker dari Iran telah berhasil melewati keamanan salah satu website agensi pemerintah Amerika Serikat. Hacker ini mengunggah pesan balas dendam kepada AS yang telah membunuh pejabat militer tinggi Iran, Qasem Soleimani.
Website yang diretas oleh para hacker Iran tersebut adalah milik Federal Depository Library Program. Saat diretas, situs tersebut mengganti tampilan depan dengan konten berisikan tulisan 'Iranian Hackers!' serta menampilkan gambar Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan bendera negara.
Tak sampai di situ, terdapat grafis yang menampilkan kata-kata tertuju pada Presiden AS Donald Trump. "Dengan kepergiannya dan dengan kekuatan Tuhan, pekerjaan dan jalannya tidak akan berhenti dan balas dendam menanti para penjahat itu yang telah menodai tangan kotor mereka dengan darah para martir lainnya," tulis hacker. "Ini hanyalah sebagian kecil dari kemampuan siber Iran!"
Dikutip CNNIndonesia, situs Federal Depository Library Program di fdlp.gov terpantau tidak bisa diakses hingga Minggu (5/1) siang. Bahkan dalam keterangan yang tertera pada website tersebut adalah offline.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sempat mengaku memerintahkan serangan tersebut. Ia menyebut jika Soleimani sedang merencanakan serangan besar terhadap warga AS di Timur Tengah.
"Qasem Soleimani berencana menyerang warga AS, tetapi kini kita bisa memastikan hal itu sudah berhenti demi kebaikan," kata Trump. Selain Soleimanani, wakil komandan milisi Syiah Irak (PMF), Abu Mahdi al-Muhandis, petinggi milisi Kataib Hizbullah, dan seorang petugas protokoler bandara Irak, Mohammed Reda juga turut tewas dalam serangan tersebut.
(wk/nidy)