Presiden Republik Indonesia Joko Widodo alias Jokowi mengatakan bahwa gas bukan hanya barang komoditas namun juga sangat penting untuk mendorong industri nasional.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 06 Januari 2020 - 18:06 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyoroti mahalnya harga gas. Menurutnya, masalah harga gas sudah sering menjadi perbincangan namun hingga kini belum ada penyelesaian.
"Saya sudah beberapa kali kita berbicara mengenai ini," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (6/1). "Tetapi sampai detik ini kita belum bisa menyelesaikan mengenai harga gas kita yang mahal."
Ia menekankan bahwa gas bukan hanya dianggap sebagai komoditas. Namun juga sangat diperlukan untuk modal pembangunan yang akan memperkuat industri nasional tanah air.
"Dan perlu saya sampaikan gas bukan semata-mata sebagai komoditas," lanjut Jokowi. "Tapi juga modal pembangunan yang akan memperkuat industri nasional kita."
Mahalnya harga gas berimbas pada harga barang produksi dalam negeri menjadi lebih mahal. "Harga gas akan sangat berpengaruh pada daya saing produk industri kita di pasar dunia. Kita kalah terus produk-produk kita gara-gara harga gas yang mahal," ujar Jokowi.
Oleh sebab itu, ia meminta agar harga gas dikalkulasi sedemikian rupa agar lebih kompetitif. "Karena itu saya minta soal harga gas betul-betul dihitung dikalkulasi agar lebih kompetitif," ujar Jokowi.
Oleh sebab itu, pemerintah harus segera memikirkan cara untuk mengatasi persoalan harga gas yang masih mahal tersebut. Sebab tidak menutup kemungkinan, mahalnya harga gas justru akan menguntungkan para mafia gas. Mantan Wali Kota Surakarta tersebut tidak ingin hal ini terjadi.
"Kalau tidak segera diputuskan ya akan gini terus," tegas Jokowi. "Pilihannya kan hanya dua, melindungi industri atau melindungi pemain gas. Saya tadi mau ngomong yang kasar tapi nggak jadi."
(wk/zodi)