Pasukannya Diusir Irak, Menteri Pertahanan AS Angkat Bicara
Dunia

Irak mendesak AS untuk menarik mundur pasukannya dari pangkalan militer koalisi mereka. Hal ini dilakukan menyusul serangan yang menewaskan jenderal Iran, Qasem Soleimani, pekan lalu.

WowKeren - Tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat kian memanas, bahkan mulai "mengganggu" negara lain seperti Irak. Hal ini tentu tak lepas dari lokasi pembunuhan Komandan Pasukan Elit Quds Iran, Mayjen Qasem Soleimani, di Irak pada Jumat (3/1) pekan lalu.

Diketahui kekinian Parlemen Irak mengambil langkah tegas dengan memerintahkan AS agar segera menarik ribuan prajuritnya dari pangkalan militer di AS. Apalagi karena serangan militer yang menewaskan Soleimani juga ikut membuat nyawa tokoh Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, melayang.

Keputusan ini dibuat usai diadakan pemungutan suara oleh Parlemen Irak. Perdana Menteri Irak, Adel Abdul Mahdi, mengaku telah menghimpun suara dari 329 anggota parlemen dan sepakat untuk mengusir militer AS dari negara mereka.

Menanggapi hal tersebut, sebuah surat yang disebut-sebut berasal dari pasukan AS di Irak pun beredar. Dalam surat viral itu, kepala pasukan gabungan AS di Irak Brigjen William H Seely menyatakan pihaknya akan segera angkat kaki dari pangkalan.

"Karena kondisi keamanan di Irak, ditambah dengan permintaan dari Parlemen Irak serta Perdana Menteri," tulis Seely dalam surat tersebut, dilansir dari BBC, Selasa (7/1). "CJTF-OIR (pasukan gabungan Irak dan AS) akan menarik diri dari seluruh penugasan dan mempersiapkan langkah ke depan."


Menanggapi surat viral tersebut, serta pengusiran dari pihak Irak, AS pun angkat bicara. Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, membantah isi surat tersebut. Berikut penjelasan dari Esper.

"Belum ada keputusan dari pemerintah terkait pasukan meninggalkan Irak. Saya tidak tahu surat apa yang dimaksud," ujar Esper kepada awak media di Washington DC, Amerika Serikat.

"Kami akan mencari tahu lebih lanjut soal keaslian dan asal surat tersebut, berikut isinya," imbuh Esper. "Tetapi hingga kini belum ada keputusan untuk menarik pasukan dari Irak, titik."

Hal senada juga disampaikan oleh petinggi militer AS, Gen Milley. Milley menyebut surat tersebut merupakan draf yang belum selesai dan semestinya hanya beredar di kalangan internal.

"Surat itu seharusnya dikirimkan kepada petinggi militer Irak untuk urusan koordinasi angkatan udara dan semacamnya. Namun ternyata justru bergulir dari satu tangan ke tangan lain hingga berakhir di pihakmu," jelas Milley, merujuk pada isi surat yang berada di tangan awak media. "Sekarang itu menjadi kontroversi tersendiri."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait