Jokowi mengatakan bahwa dirinya akan melihat mana duta besar yang berprestasi dan mana yang tidak. Untuk itu, ia mengaku sudah memiliki perhitungan tersendiri.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 09 Januari 2020 - 15:21 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan tak akan ragu untuk mencopot duta besar yang tidak berprestasi. Hal itu disampaikan olehnya saat membuka raker kepala perwakilan RI pada Kamis (9/1) di Istana Negara.
Jokowi mengatakan bahwa dirinya akan melihat mana duta besar yang berprestasi dan mana yang tidak. Untuk itu, ia mengaku sudah memiliki perhitungan tersendiri. Misalnya dengan melihat berapa persentase peningkatan ekspor yang dilakukan Indonesia ke sejumlah negara. Tak hanya ekspor yang ditujukan ke Tiongkok dan Amerika Serikat, namun juga negara-negara Afrika.
"Prestasi ini dihitung dari mana sih? harus ada angka-angka, ekspor naik berapa untuk China, untuk Amerika (Serikat), untuk negara Afrika, per duta besar," kata Jokowi. "Biar jelas yang berprestasi sama yang tidak, yang harus diganti dan tidak."
Jokowi menilai bahwa evaluasi-evaluasi semacam itu penting untuk dilakukan. Agar Indonesia bisa lebih maju, maka harus ada peningkatan dengan melakukan koreksi pada hal-hal yang kurang.
"Kalau enggak bisnis as usual saja, gak akan negara ini maju kalau seperti itu, ada evaluasinya," tegas Jokowi. "Mana yang harus dikoreksi, diperbaiki."
Maka dari itu, Jokowi meminta agar seluruh Dubes RI di masing-masing negara tempat mereka bertugas untuk terus mencari peluang. Ia ingin agar mereka bisa membangun jejaring seluas mungkin. tak hanya itu, para duta besar tersebut juga harus mampu melihat kondisi pasar dan memetakannya untuk peluang bisnis Indonesia.
"Para Dubes harus terus cari peluang, buka jejaring seluas mungkin," lanjut Jokowi. "Networkingnya buka, kenali karakter pasar, petakan peluang itu, informasikan ke kementerian."
Tak hanya itu, ia juga meminta agar para dubes menonjolkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang di atas 5 persen. Menurutnya, itu adalah modal yang penting. "Yang negara-negara lain nggak punya (negara lain) naik turun naik turun, kita stabil di atas 5 (persen) ini modal besar kita," tegas Jokowi.
(wk/zodi)