Beredar Video Pesawat Ukraina Diduga Jatuh Tertembak Rudal Iran
Dunia

Video yang diduga diambil di Parand, pinggiran Iran, tempat pesawat Ukraina hilang sinyal tersebut dikirimkan seseorang kepada 2 media besar AS, yakni CNN dan New York Times pada Kamis (9/1).

WowKeren - Usai Iran menembakkan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat di Irak pada Rabu (8/1) dini hari kemarin, sebuah pesawat maskapai Ukraina juga terjatuh di Irak. Waktu jatuhnya pesaswat diduga hanya berselang 3,5 jam setelah rudal Iran ditembakkan. Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, lantas menuding jatuhnya pesawat Ukraina tersebut merupakan akibat dari tembakkan rudal Iran.

Pihak Iran telah membantah tudingan tersebut. Untuk membuktikan bantahan tersebut, Iran bahkan mengundang penyidik AS untuk ikut mencari tahu penyebab insiden itu.

Kini, video yang diduga peristiwa penembakkan rudal Iran ke pesawat Ukraina beredar di media sosial. Video tersebut dikirimkan seseorang kepada 2 media besar AS, yakni CNN dan New York Times pada Kamis (9/1).

Twitter/@bellingcat


Dalam video yang diambil pada malam hari tersebut, tampak kilatan di udara seperti tembakan. Tak lama kemudian, terdengar suara ledakan besar.

Peristiwa tersebut diduga terjadi tak lama usai pesawat Boeing 737 milik Ukraine International Airlines Flight itu lepas landas dari Bandara Teheran menuju Kiev. Dilansir New York Times, video tersebut diduga diambil di Parand, pinggiran Iran, tempat pesawat itu kehilangan sinyal.

Sementara itu, situs investigasi online Bellingcat yang turut membagikan video tersebut di Twitter juga menyampaikan hal serupa. Bellingcat mengonfirmasi bahwa lokasi pengambilan video itu di Parand menggunakan teknologi geolokasi. Diduga ada 2 rudal yang ditembakkan.

Meski demikian, pihak CNN dan New York Times masih belum mengetahui keaslian video tersebut. Identitas pengirim video tersebut juga masih belum diketahui.

Sementara itu, sebanyak 176 penumpang dan kru pesawat dengan nomor penerbangan PS752 tersebut tewas dalam insiden tersebut. Iran pun mengaku telah mengirim undangan resmi kepada Badan Keamanan Transportasi Nasional AS (NTSB) untuk ambil bagian dalam penyelidikan.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait