Heboh Sunda Empire 'Kekaisaran Matahari' Klaim Beranggota 54 Negara, Ada Rusia Hingga Korsel
Nasional

Usai publik digegerkan dengan kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah, kini muncul lagi fenomena serupa, yakni Sunda Empire yang mengklaim beranggotakan 54 negara.

WowKeren - Kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, baru-baru ini cukup menggegerkan publik Indonesia. Dua orang yang mengklaim diri mereka sebagai raja dan ratu pun sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kini, muncul fenomena serupa, Sunda Empire di Jawa Barat. Sunda Empire mengklaim bahwa anggotanya berasal dari 54 negara. Keberadaan kerajaan ini viral usai video yang beredar di media sosial.


Akun YouTube bernama Alliance Press International mengunggah sebuah video berupa wawancara dengan salah satu petinggi di kelompok itu bernama HRH Rangga. Dalam video tersebut, pria petinggi yang mengenakan topi flat cap biru itu bercerita mengenai Sunda Empire-Earth Empire.

"Sunda Empire Earth Empire itu adalah kekaisaran matahari, kekaisaran bumi. Juga diartikan Sunda itu suku Sunda," kata ucap pria yang ditulis dalam video bernama HRH Rangga, seperti dilansir Detik, Jumat (17/1). "Tapi ini adalah tindakan proses turun temurun kekaisaran dari dinasti ke dinasti dan saat ini dinasti Sundakala."

Ia melanjutkan bahwa Sunda Empire terbagi menjadi enam wilayah. Salah satunya adalah Sunda Atlantik dimana Bandung sebagai tera cop diplomatik dunia. Kurang lebih, wilayah Sunda Nusantara meliputi 54 negara.

"Sunda Nusantara adalah tatanan negara di mana tatanan tersebut dimulai dari benua Australia, Papua New Guinea, Indonesia di dalamnya, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam benua Cina seluruhnya," lanjut pria itu lagi. "Mongolia, kemudian Rusia di dalamnya dari beberapa negara, kemudian Jepang. Kemudian sampai ke Korea Selatan dan Korea Utara. Kurang lebih Sunda Nusantara meliputi 54 negara di dunia."

Fenomena kelompok ini geger di jagat maya usai heboh Keraton Agung Sejagat. Pemerintah Kota Bandung melalui Kesbangpol tengah menelusuri keberadaan kelompok tersebut. "Akan menelusuri dulu," ucap Kepala Kesbangpol Kota Bandung Ferdi Ligaswara, Jumat (17/1).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts