Virus Pneumonia Tiongkok Menginfeksi 1.700 Orang, Kemenkes Beri Imbauan Ini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Virus Corona penyebab penyakit pneumonia di Tiongkok telah menginfeksi 1.700 orang dimana dua orang korban telah dinyatakan meninggal. Tak ingin Indonesia juga terinfeksi, Kemenkes pun memberikan imbauan berikut.

WowKeren - Virus Corona yang menyebabkan pneumonia misterius di Tiongkok saat ini tengah menyebar ke beberapa negara terdekat seperti Thailand dan Jepang. Para ahli Inggris memperkirakan jumlah pasien yang terinfeksi dari Wuhan, Tiongkok sendiri mendekati 1.700 orang.

Hingga saat ini, sudah ada dua korban meninggal disebabkan virus tersebut. Menyebarnya virus ini ke kedua negara yaitu Thailand dan Jepang tentunya membuat Indonesia tak tinggal diam untuk mengantisipasi virus tersebut.


Dalam cuitan yang diposting oleh akun Twitter resmi Kemenkes @KemenkesRI , Jumat (17/1) diadakan Pertemuan Ilmiah Berkala bertajuk "Kesiap-siagaan Indonesia dalam Antisipasi Wuhan Pneumonia" di Gedung Pelayanan Publik Balitbangkes, Jakarta.

"Virus tersebut bisa menyebabkan penyakit yang ringan sampai berat, sekarang ini paling banyak dibicarakan adalah MERS-CoV dan SARS-CoV yg masih satu keluarga," tulis Kemenkes. "Coronavirus pada dasarnya dari binatang pindah ke manusia, dan 80 persen penyakit baru berasal dari zoonosis."

Tanda-tanda umum yang terjadi saat virus tersebut menginfeksi adalah gejala pernapasan, batul, demam, dan sesak napas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, bahkan kematian.

Dr. Siswanto selaku kepala Litbang Kemenkes mengatakan, ada tiga pilar penting yang harus kita lakukan untuk mengantisipasi wabah tersebut, yakni:

  1. Kemampuan mencegah dan memperbaiki perilaku dan pengetahuan.
  2. Kemampuan mendeteksi (penyakit) ditingkatkan, terutama lewat pintu-pintu masuk negara. Itu harus didukung oleh kemampuan rumah sakit maupun klinin untuk dikirim ke laboratorium.
  3. Kemampuan merespons, penting kaitannya dengan pelayanan kesehatan dan tentunya harus proporsional sehingga tidak menimbulkan ketakutan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Letjen (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad(K) juga mengimbau masyarakat untuk terus waspada dengan adanya virus ini. "Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penyakit ini bukan disebabkan virus influenza dan bukan penyakit pernapasan biasa. Semua pasien di Wuhan telah mendapatkan pelayanan kesehatan," ujarnya. "Kita sudah dapat info mereka juga sudah diisolasi dan dilakukan penelusuran atau investigasi untuk mengetahui penyebabnya."

Selain melakukan pembatasan perjalanan ke Tiongkok. Menkes Terawan juga meminta kepada seluruh masyarakat harus membiasakan berperilaku hidup sehat, seperti cuci tangan sebelum makan, pakai masker agar tidak menular ke orang lain, makan makanan bergizi seimbang, makan buah dan sayur yang cukup, melakukan aktivitas fisik minimal setengah jam setiap hari, dan segera berobat jika sakit.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts