Putri Pakubuwono XII Buka Suara Soal 'Keraton Baru' Bermunculan, Ibaratkan Seperti Zombie
Nasional

Putri Pakubuwono XII Raja Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Wandansari mengibaratkan munculnya 'keraton-keraton baru' beberapa waktu terakhir ini seperti zombie yang siap menebar virus. Kenapa?

WowKeren - Munculnya kerjaan-kerajaan fiktif beberapa waktu terakhir sempat menggemparkan masyarakat Indonesia. Pasalnya, kerajaan fiktif ini menjamur di berbagai daerah di Indonesia.

Putri Pakubuwono XII Raja Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Wandansari yang turut menyoroti fenomena ini lantas mengibaratkan munculnya keraton-keraton baru belakangan ini seperti zombie-zombie yang siap menebar virus untuk merusak sejarah bangsa. "Inikan repot, membohongi publik dan sudah merusak sejarah bangsa," kata Wandansari yang akrab disapa Gusti Moeng, Senin (20/1).


Moeng kemudian mencontohkan Kasultanan Pajang yang kembali muncul. Ia sendiri pernah mendatangi petilasan dari keraton yang didirikan oleh Joko Tingkir tersebut.

Saat mendatangi lokasi tersebut, di sebelah petilasan, dirinya melihat adannya sebuah bengkel. Dan ternyata, bengkel yang dilihatnya tersebut kediaman dari Suradi.

Awalnya, dirinya mendengar bila Suradi akan membangun sebuah Wahana, bukannya Keraton Kasultanan Pajang. Namun, Suradi justru menyulap kediamannya tersebut menjadi keraton melalui Yayasan yang didirikannya.

Moeng pun sepat memprotes Suradi bahkan mempertanyakan gelar yang di sandang Suradi yaitu Sultan Prabu Hadiwijaya Khalifatullah IV. Menurutnya, jika benar Suradi adalah Sultan keturunan dari Kasultanan Pajang, tentunya ia pasti paham betul bila Kasultanan Pajang itu sudah berpindah ke Kotagede. Sebelum akhirnya pindah ke Kartosuro dan berakhir ke desa Sala yang saat ini menjadi Surakarta hingga saat ini.

"Memang secara hukum Indonesia, jelas telah jadi yayasan. Ya sudah lakukan dengan yayasan-mu itu sendiri," kata Moeng yang juga Ketua Lembaga Dewan Adat Kraton Kasunanan Surakarta. "Tapi jangan ngericuhi orang-orang yang ada dipetilasan Kasultanan Pajang."

Moeng juga mengimbau agar masyarakat untuk lebih waspada dengan munculnya pihak-pihak yang mengatasnamakan Kraton-kraton yang sudah mati hidup kembali. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Masyarakat Adat Keraton Nusantara KPH Eddy Wirabumi.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts