Terkuak Ini Hasil Tes Kejiwaan 'Raja' Dan 'Ratu' Keraton Agung Sejagat
Nasional
Fenomena Kerajaan Fiktif

Sukses hebohkan masyarakat dengan membangun kerajaan fiktif, kepolisian membocorkan tes hasil kejiwaan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat. Bagaimana kondisinya?

WowKeren - Masyarakat Indonesia belakangan ini terus digegerkan dengan kemunculan kerajaan-kerajaan fiktif di sejumlah wilayah. Hebohnya kerajaan-kerajaan fiktif ini pertama diawali dengan munculnya Keraton Agung Sejagat di Puworejo.

Keraton Agung Sejagat itu dipimpin oleh raja dan ratu yang bernama Toto Santoso dan Fanni Aminadia. Keduanya kini telah ditangkap dan ditahan oleh pihak Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) karena aksinya membangun kerajaan fiktif.


Raja dan ratu Keraton Agung Sejagat ini akhirnya mengaku jika mereka hanya berhalusinasi telah membangun kerajaan fiktif. Selain itu, Toto sebagai raja juga telah meminta maaf kepada publik dan mengakui jika kerajaannya hanyalah fiktif belaka.

Kini Polda Jateng terus melakukan penyelidikan kepada Toto dan Fanni yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya langsung menjalani pemeriksaan tes psikologi demi mengetahui apakah ada tanda-tanda gangguan jiwa.

Hasil tes psikologi mengatakan jika sosok Toto senang berimajinasi dan berkhayal. Bahkan, Polda Jateng menyatakan jika kepandaian Toto tidak lebih tinggi dari sang istri yakni Fanni.

"Dari penelusuran mereka, Toto ini tidak lebih pandai dari Fanni," beber Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar di Mapolda Jateng pada Selasa (21/1). "Saudara Toto ini penuh imajinasi, berkhayal tingkat tinggi."

Sementara untuk Fanni, hasil psikologi mengatakan jika Ratu Keraton Agung Sejagat tersebut memiliki sifat impulsif, penuh keraguan, licik, namun juga penuh pesona. "Fanni ini penuh pesona, menutupi, impulsif, licik, dan penuh keraguan," ujar Kombes Iskandar.

Setelah menganalisis hasil tes psikologi pasangan pemimpin Keraton Agung Sejagat tersebut, Iskandar menyatakan jika keduanya memang memiliki potensi untuk melancarkan aksi-aksi penipuan dengan sejumlah kedok salah satunya melalui kerajaan fiktif. "Berpotensi biasa saat melakukan hal itu, jadi dia melakukan tindakan seperti ini biasa," jelas Iskandar.

Meski demikian, keduanya dinyatakan tidak memiliki gangguan kejiwaan. Mereka ditegaskan secara sadar telah berusaha menipu dan mengumpulkan uang melalui motif mendirikan Keraton Agung Sejagat.

"Dia (Toto) tidak terlihat gangguan kejiwaan, ini dia dirikan kerajaan bertahun-tahun, mengumpulkan orang, mengumpulkan dana sekian banyak, ini orang normal, orang sehat," terang Iskandar. "Dari psikiater (mengatakan) memang punya imajinasi tinggi."

You can share this post!

Related Posts