Sekda DKI Buka-Bukaan Soal Penggundulan Monas, Ternyata Alasannya Tak Terduga
Nasional
Pro Kontra Revitalisasi Monas

Pemprov DKI Jakarta terus menuai kecaman karena melakukan penggundulan sisi selatan Monas dengan dalih revitalisasi. Sekda DKI Saefullah pun angkat bicara soal itu.

WowKeren - Masalah revitalisasi Monas terus menjadi sorotan publik. Sebagai pengingat, sisi selatan monumen yang menjadi ikon DKI Jakarta sekaligus Indonesia itu baru saja digunduli. Pohon-pohon di sana dibabat habis oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan dalih revitalisasi.

Perkara semakin panas lantaran penggundulan itu rupanya dilakukan tanpa seizin DPRD DKI Jakarta maupun Kementerian Sekretaris Negara selaku pihak berwenang. Menanggapinya, DPRD pun meminta Pemprov untuk menghentikan proses revitalisasi.


Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan justru tetap bungkam dan membiarkan sang sekretaris, Saefullah "mengambil alih" situasi. Alhasil Saefullah pun menyampaikan pernyataan resminya terkait pro dan kontra revitalisasi yang sampai berbuah teguran dari Ketua DPR Puan Maharani tersebut.

Salah satu poin yang Saefullah sampaikan adalah perihal alasan di balik revitalisasi tersebut. Menurutnya, alasan mengapa pohon-pohon di sisi selatan Monas dipindah ternyata demi menyediakan "lapang pandang yang lebih bersih". Maksudnya penggundulan wilayah dimaksudkan agar pengunjung yang baru masuk bisa langsung melihat Monas.

"Kita masuk ke pintu Monas tidak langsung kelihatan Monas-nya. Sekarang pas kita masuk sudah langsung kelihatan Monas," ujar Saefullah di Balai Kota Jakarta Pusat, Jumat (24/1). "Jadi ini kami buka supaya mudah aksesnya. (Tapi masih) ada sisa pohon di (sisi selatan) sini."

Nantinya sebuah plaza bertajuk Plaza Upacara Monas akan dibangun di area yang direvitalisasi. Harapannya plaza itu bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat.

"Karena ini nanti buat akses utama, jadi kalau kita upacara juga lurus sentral ke Monas. Masyarakat bikin acara sentralnya Monas, jadi bagus, siapa saja bikin acara di sini sentralnya Monas," terang Saefullah, dikutip dari Kompas, Sabtu (25/1). "Nanti diskominfotik bikin tayangan video mapping kan enak lihat dari sini."

Pada kesempatan itu Saefullah juga sempat menyampaikan alasan lain untuk merevitalisasi Monas. Termasuk diantaranya mengimplementasi Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdekat di Wilayah DKI Jakarta.

You can share this post!

Related Posts