Firman Candra selaku kuasa hukum menyampaikan beberapa hal yang menjadi kekhawatiran Jennifer Dunn mengenai pemberitaan tentang dirinya belakangan ini. Ada apa ya?
- Neressa Prahastiwi
- Rabu, 29 Januari 2020 - 09:25 WIB
WowKeren - Jennifer Dunn melalui kuasa hukumnya, Dr. H. Firman Candra SE, SH, MH, mengungkapkan keberatan soal nama panggilan yang diberikan warganet. Selama dua tahun belakangan, Jennifer memang kerap dipanggil dengan sebutan "Jedun". Firman lantas menegaskan bahwa Jennifer menolak nama tersebut dan minta dipanggil "Jeje".
"Kami berkeinginan bahwa panggilan netizen, panggilan masyarakat, ke Mbak Jennifer Dunn adalah Jeje. Bukan Jedun," ujar Firman dilansir tayangan Beepdo. "Jedun ini kalau menurut intonasinya kan enggak enak kedengarannya. Seperti kalau kita lihat 'Jennifer Dan' bukan 'Jennifer Dun'."
Lebih lanjut, Firman menjelaskan bahwa "Jeje" sudah menjadi nama panggilan Jennifer Dunn sejak kecil. "Kalau mau disingkat, Jeje saja. Karena itu panggilan dari dulu ternyata, panggilan masa kecil sampai sekarang. Supaya lebih kekeluargaan, lebih patut juga lah," imbuhnya.
Selain nama panggilan, Jeje juga ingin mengklarifikasi bahwa dirinya tak memiliki akun Instagram. Seperti diketahui, akun yang mengatasnamakan Jeje sempat menyindir Sarita Abdul Mukti terkait properti yang diberikan sang suami, Faisal Harris. Jeje disebut tak lagi memiliki akun Instagram sekitar 4 sampai 5 tahun ke belakang.
"Ada sekitar 4-5 akun Instagram sebenarnya bukan dimiliki oleh Mbak Jeje. Tapi orang lain yang kita sendiri enggak tahu tujuannya apa," ungkap Firman. "Akun tersebut bukan akunnya dia. Jadi Mbak Jeje 4-5 tahun sampai sekarang tidak memiliki akun Instagram. Kalau kita lihat, akun itu hoaks."
Menurut Firman, akun Instagram yang mengatasnamakan Jeje dapat dikenai dua pelanggaran hukum, yakni pencurian dan pencemaran nama baik. Oleh sebab itu, Firman memperingatkan agar akun-akun tersebut tak lagi mengunggah foto Jeje. Apabila somasi terbuka ini tak diindahkan, maka pihak Jeje mengancam akan membawanya ke jalur hukum.
"Pertama, kami keberatan. Kedua, kalau masih meng-upload berita-berita harian tanpa sepengetahuan dari yang bersangkutan, kita akan melakukan upaya hukum. Baik pidana maupun perdata," tegas Firman. "Karena sudah mendiskreditkan. Dan seolah-olah membenturkan dengan pihak lain. Seolah-olah ingin melakukan upaya kontraproduktif. Akhirnya menjadi boomerang bagi semuanya. Karena itu jelas caption dan lain-lain menyudutkan, apalagi komentar dari warganet."
"Ini anggap lebih tepatnya somasi terbuka. Jadi tolong hentikan pemilik akun yang bukan Jeje melakukan upload karena ini justru melanggar privacy dari Mbak Jeje sendiri," tutup Firman. "Ada dua peristiwa hukum, pertama pencurian dari akun yang lain. Kemudian yang pasti adalah pencemaran nama baik. Sekali lagi, tolong hentikan."
(wk/nere)