Indonesia Geger Kerajaan Fiktif, Fakta Ini Buktikan Sudah Ada Sejak Era Soekarno
Nasional
Fenomena Kerajaan Fiktif

Fenomena kerajaan fiktif ternyata sudah pernah membuat geger Indonesia puluhan tahun silam. Tak main-main, kala itu bahkan raja dan ratu fiktifnya berhasil menipu Presiden Soekarno.

WowKeren - Tahun 2020 belum genap sebulan berlalu, namun berbagai fenomena sudah meramaikan Indonesia. Salah satunya soal kerajaan fiktif yang beberapa waktu belakangan ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai pengingat, fenomena kerajaan fiktif ini bermula dari keberadaan "Keraton Agung Sejagat" di Purwokerto, Jawa Tengah. Belum usai kehebohan kerajaan itu, kekaisaran matahari bertajuk "Sunda Empire" di Jawa Barat ikut meramaikan pemberitaan.


Kekinian petinggi Keraton Agung Sejagat telah diringkus dengan pasal penipuan. Hal senada juga dialami oleh petinggi Sunda Empire yang menjadi tersangka kasus penyebaran berita bohong dan keonaran.

Tak pelak fenomena ini membuat publik mengernyit, bagaimana bisa sebuah kerajaan fiktif semacam ini berkembang di Indonesia tanpa terdeteksi sebelumnya. Namun kini fakta baru ikut terungkap, bahwa fenomena kerajaan abal-abal semacam ini sudah pernah terjadi bahkan sejak era Presiden ke-1 RI Ir Soekarno.

Menariknya lagi, bukan masyarakat awam yang tertipu oleh raja dan ratu abal-abal ini, melainkan Soekarno sendiri. Bapak Proklamator Indonesia itu dilaporkan pernah menyiapkan jamuan penting demi menyambut raja dan ratu fiktif.

Lantas siapakah raja dan ratu fiktif yang berhasil mengelabui Soekarno? Dilansir dari Kompas, adalah pasangan Idrus dan Markonah yang berhasil menipu Soekarno. Mereka mengaku sebagai raja dan ratu dari Suku Anak Dalam di wilayah Lampung.

Informasi ini turut dibenarkan sejarawan alumnus Universitas Paramadina, Hendri F Isnaeni. Menurut Hendri, peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1950-an.

Kala itu mereka sukses mendekati Soekarno dengan dalih ingin menyumbangkan harta benda demi merebut Irian Barat dari Belanda. Niat ini disambut positif oleh Soekarno, bahkan sampai diundang ke Istana Merdeka dan mendapat sorotan media.

"Raja Idrus dan Ratu Markonah mendapat liputan media massa besar-besaran," ungkap Hendri, dikutip dari Kompas pada Kamis (30/1). "Mereka juga sempat diterima Presiden Soekarno di Istana."

Namun tak butuh waktu lama kedok pasangan penipu itu terbongkar. Media massa lantas mengulik latar belakang keduanya, yang berakhir mengejutkan. Pasalnya terungkap keduanya hanya rakyat biasa.

Lebih spesifik, Idrus diketahui berprofesi sebagai tukang becak, sedangkan Markonah merupakan pekerja seks komersial dari Tegal, Jawa Tengah. Kebohongan keduanya terbongkar lantaran Markonah keceplosan menggunakan bahasa Jawa.

"Itu sempat diterima (Presiden Soekarno di Istana Negara). Ketahuan oleh ajudan Presiden kalau Markonah memakai bahasa Jawa," kata Sosiolog Universitas Indonesia, Imam Prasodjo, Rabu (29/1). Atas peristiwa ini, Soekarno pun menjadi bulan-bulanan publik.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts