Ke-99 ponsel tersebut diletakkan dalam gerobak lalu dijalankan ke jalanan di Kota Berlin. Gerobak yang notabene berjalan lambat sukses mengelabui Google Map bahwa tingkat kemacetan cukup padat.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 04 Februari 2020 - 12:44 WIB
WowKeren - Google Map menjadi salah satu aplikasi yang banyak digunakan sebagai penunjuk jalan. Tak hanya itu, aplikasi yang satu ini kian canggih yang dilengkapi dengan informasi kemacetan di jalur tertentu.
Informasi semacam ini cukup penting, terutama bagi masyarakat yang hidup di kota-kota besar dengan tingkat mobilisasi yang tinggi. Dengan mengetahui daerah mana saja yang sedang macet, masyarakat bisa menghindarinya dan mencari rute lain.
Namun, apa jadinya jika aplikasi ini justru bisa dikelabui? Seperti yang dilakukan oleh seorang seniman Amerika, Simon Weckert. Ia berhasil mengelabui peta milik Google dengan menciptakan kemacetan palsu.
Untuk menjalankan rencananya itu, ia bahkan rela menggunakan 99 ponsel. Weckert menilai bukan hal yang sulit untuk meretas aplikasi itu. Pasalnya, sistem keamanan Google Map sendiri menurutnya bisa dieksploitasi dengan mudah kelemahannya. Adapun kelemahan itu terletak pada kekuatan Google yang bergantung pada metode pengumpulan data berupa crowdsourcing.
Dilansir dari Android Authority, Weckert menempatkan 99 ponsel pintarnya ke dalam gerobak. Kemudian, ia meminta seseorang untuk menjalankan gerobak-gerobak itu di jalanan Berlin, termasuk di luar kantor Google sendiri.
Ponsel-ponsel tersebut berhasil membuat Google Map mengira bahwa ada banyak pengguna yang sedang melalui jalanan tersebut. Kecerdikan Weckert tak berhenti sampai di situ. Ia memilih gerobak untuk menempatkan ponsel-ponsel itu juga bukan tanpa alasan.
Gerobak, yang notabene, alat transportasi dengan tingkat mobilisasi yang lambat sukses membuat Google Map berpikir bahwa kemacetan yang terjadi cukup parah lantaran 'kendaraan-kendaraan' tersebut bergerak dalam kecepatan yang rendah.
Alhasil, kondisi tersebut berhasil mengubah indikasi jalan raya yang tadinya hijau (lancar) menjadi merah dengan tingkat kemacetan yang cukup tinggi.
Pihak Google sendiri belum secara resmi menanggapi peristiwa ini. Meski demikian, seorang Senior Software Engineer Google Map menyatakan bahwa apa yang dilakukan Weckert bisa saja terjadi.
"Aku bekerja di Google Map dan tahu bagaimana cara kerjanya," kata Torrey Hoffman dalam cuitannya di Twitter pada Senin (3/2). "Aku percaya hal ini mungkin terjadi."
(wk/zodi)