Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan bahwa pusat rehabilitasi itu nantinya tidak hanya untuk menangkal virus corona namun juga virus menular lainnya.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 07 Februari 2020 - 12:49 WIB
WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan bahwa pemerintah tengah berupaya mencarikan lokasi untuk penanganan virus-virus menular. Dikatakannya, pemerintah masih mencari pulau kosong untuk dijadikan sebagai tempat membangun fasilitas.
Menurutnya, Indonesia memiliki ribuan pulau yang bisa dipilih salah satu untuk dibangunkan fasilitas yang dimaksud. Ia mengatakan Presiden Joko Widodo ingin agar di pulau tersebut dibangun sebuah rumah sakit untuk menangani virus-virus menular. Tak hanya terbatas pada corona namun juga lainnya.
"Kita akan cari satu tempat kosong, kita punya masih banyak, ribuan pulau yang masih kosong." kata Mahfud di Kantor Staf Presiden (KSP) Jakarta, Kamis (6/2). "Rencana akan dipilih satu khusus untuk rumah sakit, bukan hanya Corona. Presiden minta yang jangka panjang disiapkan RS khusus yang menangani virus-virus menular."
Nantinya di kawasan itu akan dibangun pusat rehabilitasi. Untuk itu, pemerintah tengah mencari lokasi yang terbaik untuk membangun fasilitas semacam itu. terkait virus corona sendiri, Mahfud mengatakan bahwa di Indonesia tidak ada yang terkonfirmasi positif terjangkit.
"Di situ ada pusat rehabilitasi, pulaunya ini masih dicari," lanjut Mahfud. "Yang sekarang dipastikan corona ini belum satu pun ada orang kena di Indonesia."
Sementara itu diberitakan sebelumnya, seorang warga negara Indonesia yang bertempat tinggal di singapura dilaporkan positif terjangkit virus corona. Wanita tersebut bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Singapura. Adapun dirinya terjangkit virus itu diduga usai melakukan kontak fisik dengan majikannya.
"WNI ini merupakan pekerja asing yang bekerja pada seorang perempuan warga negara Singapura," bunyi keterangan seperti dilansir Kompas, Rabu (5/2). "Sebelumnya, ia dilaporkan sempat bersentuhan dengan majikannya yang juga dinyatakan positif terkena virus corona."
Selain itu, Indonesia juga telah mengevakuasi 237 orang WNI dari Tiongkok. Sebelum diizinkan kembali ke rumah masing-masing, para WNI tersebut harus menjalani proses observasi selama 14 hari di Natuna, kepulauan Riau.
(wk/zodi)