Radioaktif Cs 137 yang Diduga Cemari Batan Ternyata Sama Seperti Nuklir Chernobyl
Nasional

Cs 137 merupakan unsur radioaktif yang pernah ada di kawasan reaktor nuklir Chernobyl, Ukraina, yang mengalami kecelakaan pada 1986 silam dan dikenal sebagai bencana nuklir terburuk sepanjang sejarah.

WowKeren - Paparan radiasi radioaktif yang cukup tinggi dilaporkan telah ditemukan di kawasan Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan. Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (BAPETEN) menemukan paparan radiasi tersebut di sebuah area tanah kosong di samping lapangan voli.

Diduga, unsur radioaktif yang mencemari kawasan tersebut adalah zat bernama Cs 137. Cs 137 sendiri merupakan unsur radioaktif yang pernah ada di kawasan reaktor nuklir Chernobyl, Ukraina, yang pernah mengalami kecelakaan pada 1986 silam.


Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Indra Gunawan mengatakan bahwa radioaktif yang ditemukan di Tangsel tidak segawat bencana nuklir di Chernobyl. "Tentu skalanya berbeda," kata dia, Sabtu (15/2).

Ia menjelaskan bahwa luas lokasi yang terpapar radioaktif hanya sekitar ukuran 10 x 10 meter. Sedangkan di luar lokasi itu, kadar Cs 137 semakin menurun bahkan mendekati normal. Sehingga ia memastikan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Semakin jauh dari lokasi yang terpapar itu, semakin turun unsurnya dan mendekati paparan normal, artinya tidak ada masalah," jelas Indra. "Mendekati toko atau perumahan lebih turun lagi."

Dilansir Detik, serpihan radioaktif yang terdapat di lokasi sudah diangkat. Begitu juga dengan tanah dan pohon yang diduga terkontaminasi Cs 137. Sedangkan untuk air tanah dipastikan aman tidak tercemar.

"Sampel air tanah dari lokasi aman dan normal," jelas Indra. "Alhamdulillah, air tanahnya negatif. Ini hasil tes laboratorium Batan."

Seperti diketahui, pada 26 April 1986 dini hari, salah satu reaktor di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl yang terletak di Uni Soviet, meledak. Isotop radioaktif akibat ledakan tersebut menyebar secara luas ke atmosfer di seluruh kawasan Uni Soviet bagian barat hingga Eropa. Ledakan ini disebut-sebut sebagai bencana nuklir terdahsyat sepanjang sejarah.

Sementara itu Ketua Komisi VII DPR, Sugeng Suparwoto menilai penemuan radioaktif tersebut menjadi peringatan keras bagi Badan Nuklir Nasional (BATAN) dan BAPETEN. "Ini karena segala sesuatu tentang nuklir harus terukur secara presisi, tidak boleh ada kelalaian atau kelengahan yang mengakibatkan radiasi," kata dia dilansir Detik, Sabtu (15/2).

You can share this post!

Related Posts