Muhadjir Soal Belum Ada Kasus Corona di RI: Indonesia Masih Dilindungi Tuhan
Nasional
Wabah Virus Corona

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, meminta agar publik tidak meragukan kemampuan pemerintah dalam mendeteksi virus corona.

WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy ikut berbicara mengenai wabah virus COVID-19 yang belum berakhir hingga kini. Ia mengatakan bahwa langkah pemerintah untuk mengevakuasi 238 WNI dari Hubei ke Natuna adalah langkah yang tepat.

Diketahui, para WNI yang telah menjalani proses observasi tersebut sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Kabar baiknya, tak satu pun dari mereka terjangkit virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut. "Dan kita kemarin sudah kita antar ke rumah masing-masing dengan selamat dan sambutan cukup meriah di beberapa media," kata Muhadjir, di Jakarta, Senin (17/2).


Oleh sebab itu langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah meningkatkan pemantauan dalam negeri. Pengawasan dapat diperketat, terutama pada pasien-pasien yang dicurigai mengalami gejala-gejala yang mirip seperti terkena virus corona.

"Yang sekarang kita harus intensifkan adalah pemantauan dalam negeri kita yaitu dengan selalu mewaspadai, memonitor seluruh Indonesia semua kejadian yang diduga atau dicurigai infeksi virus corona ini," jelas Muhadjir. "Terutama pasien-pasien yang memiliki gejala seperti terkena virus corona."

Lebih jauh, ia memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada satu pun masyarakat di Indonesia yang positif terkena virus corona. Mengutip data dari Kementerian Kesehatan, ia menyebut bahwa dari 104 spesimen dari seluruh Indonesia, sebanyak 102 negatif dan sisanya masih dalam proses.

"Kita selalu dapat kiriman spesimen di Indonesia dan mudah-mudahan terus 0," imbuh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. "Tidak ada yang terjangkit virus corona."

Ia pun bersyukur akan kondisi tersebut, dimana Indonesia masih "bersih" dari penyebaran virus corona. "Indonesia masih dilindungi Tuhan," imbuhnya.

Ia juga meminta agar publik percaya pada kemampuan pemerintah dalam mendeteksi virus corona. "Jadi kita punya jatah antisipasi yang cukup kalau dibutuhkan dan seluruh RS kita memiliki kesiapan. Kalau suatu waktu ada pasien yang terkena terutama ruang isolasi," tegas Muhadjir.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts