Indonesia Tak Dipercaya Bebas Corona, Dahlan Iskan: Reputasi Kita Memang belum Tinggi
Instagram
Nasional
Wabah Virus Corona

Dahlan Iskan mengaku tidak terkejut saat banyak pihak dari dunia Internasional banyak yang meragukan jika Indonesia benar-benar terbebas dari virus corona.

WowKeren - Wabah virus corona atau COVID-19 saat ini telah mengguncang dunia dan dilaporkan sudah menewaskan lebih dari seribu orang. Virus mematikan ini diketahui pertama kali muncul di pasar ikan dan hewan Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok yang sekarang sudah mulai menyebar ke banyak negara.

Disaat sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura telah terkena virus corona, Indonesia justru menyatakan masih bebas dari wabah ini. Belum adanya virus corona yang masuk ke Tanah Air sempat membuat WHO serta sejumlah ahli kesehatan mencurigai jika Indonesia tidak bisa mendeteksi virus corona.


Banyaknya pihak dari dunia internasional yang meragukan Indonesia bebas dari virus corona rupanya mengundang perhatian dari Dahlan Iskan. Mantan Menteri BUMN periode 2011-2014 ini menceritakan jika dirinya telah menanyakan kepada 10 orang kenalannya yang berbeda negara terkait kepercayaan mereka apakah Indonesia benar-benar terbebas dari virus corona.

Tak disangka, semua temannya percaya jika sebenarnya virus corona telah masuk ke Indonesia. "Tidak mungkin tidak ada di Indonesia. Virus ini sudah menyerang seluruh negara di Asia," jawab seorang teman Dahlan dari Singapura seperti yang dikutip dari laman disway.id, Jakarta pada Senin (17/2).

Mendengar seluruh jawaban temannya, Dahlan mengaku hanya bisa tertawa. Menurutnya, saat ini merupakan zaman persepsi yang membuat fakta akan terkalahkan. Ia mengatakan jika negara Indonesia memang kerap menjadi sasaran persepsi rendah di mata orang-orang luar negeri.

Oleh sebab itu, Dahlan mengaku sama sekali tidak terkejut saat banyak yang tidak percaya Indoenesia bebas dari virus corona. Pasalnya, selama ini Indonesia memang memiliki reputasi yang belum tinggi di mata dunia, sebagai contoh peralatan di Indonesia disebut belum memadai untuk dapat mendeteksi virus ini.

"Saya hanya tertawa mendengar jawaban yang seperti itu. Apa boleh buat," ungkap Dahlan. "Reputasi kita memang belum tinggi. Padahal dalam banyak hal kita bisa lebih baik."

Selain itu, Dahlan juga memberikan contoh lain yaitu terkait adanya penyakit-penyakit tropik, maka dokter Indonesia dipastikan memiliki keahlian yang lebih bagus dalam menanganinya. Namun, rupanya masih banyak masyarakat bahkan dalam negeri yang meragukan kapasitas dokter di Indonesia dengan menganggap dokter di Singapura lebih baik.

Dahlan lantas menceritakan salah satu pengalamannya dimana ada salah satu kenalannya yang terkena penyakit demam berdarah. Orang tersebut rupanya lebih mempercayai dokter di Singapura dan terbang ke Negeri Singa. Tak disangka, orang tersebut meninggal dunia di Singapura lantaran penanganan pada penyakitnya sudah terlambat.

"Saya terlambat tahu itu. Saya tidak sempat menasihatinya. Akhirnya ia meninggal dunia di Singapura," cerita Dahlan. "Padahal dokter di Indonesia pasti lebih ahli dan berpengalaman menangani demam berdarah. Atau penyakit lain yang sebangsa itu."

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts