Petani Sleman Ini Heroik Selamatkan Puluhan Siswa Yang Hanyut Saat Susur Sungai
Nasional
Tragedi Susur Sungai Sleman

Kodir (37), warga Kecamatan Turi, Sleman, membagikan kisah mencekamnya kala berusaha menyelamatkan puluhan siswa yang terseret arus deras sungai pasca kegiatan Pramuka.

WowKeren - Tragedi yang dialami 249 siswa SMPN 1 Turi, Sleman, DI Yogyakarta pada Jumat (21/2) masih menyisakan duka mendalam. Sebagai pengingat, sebanyak 9 siswa dinyatakan meninggal dunia akibat hanyut pasca melakukan kegiatan susur sungai.

Insiden itu menyedot perhatian banyak pihak, tak hanya lokal di Sleman tetapi sampai nasional. Apalagi belakangan terungkap bahwa ada unsur kelalaian terutama dari segi pembinanya.


Namun di balik tragedi yang terjadi, ada sosok yang menarik perhatian akibat aksi heroiknya. Dilansir dari Harian Jogja edisi Minggu (23/2), seorang petani bernama Kodir (37) dilaporkan menjadi orang yang dengan gagah berani mencoba menyelamatkan puluhan siswa bernasib nahas tersebut.

Kodir sendiri mengaku sudah biasa memancing di Sungai Sempor, tempat insiden itu terjadi. "Sudah menjadi kebiasaan, apalagi sehabis turun hujan deras, di sini (Turi) atau di atas sana (Merapi), ikan-ikan akan banyak," jelasnya, dikutip pada Senin (24/2).

Sore itu pun tak dilewatkan olehnya untuk memancing. Namun belum sempat ia meletakkan alat-alat pancingnya, Kodir mengaku mendengar teriakan minta tolong. Pasca mencari-cari, ia pun melihat puluhan murid terjebak arus yang deras.

"Saya langsung lari ke bawah, ternyata ada sekumpulan anak-anak dengan seragam Pramuka yang minta tolong. Ada juga yang menangis," ujar Kodir. "Saya langsung terjun ke sungai."

Petani Sleman Ini Heroik Selamatkan Puluhan Siswa Yang Hanyut Saat Susur Sungai

Twitter

Mengabaikan kondisi sungai yang benar-benar berbahaya, sebab kala itu kedalamannya mencapai 2 meter, Kodir pun berusaha menyelamatkan mereka. Berbekal tangga, Kodir mencoba semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa puluhan siswa tersebut.

"Saya mengambil tangga agar mereka bisa naik ke sisi sungai. Tangga juga saya pakai untuk menyebrangi Kali Sempor," tuturnya. "Saat itu siswa yang hanyut kebanyakan wanita."

"Anak-anak banyak yang nangis. Saya sih maunya nolong semuanya, tapi apa boleh buat," imbuhnya. "Saya hanya berusaha semaksimal mungkin, saya juga hampir tenggelam."

Kodir mengaku tak menghitung jumlah siswa yang ia tolong. Kejadian hari itu pun begitu membekas di ingatannya, apalagi bila teringat ekspresi ketakutan dan tangisan yang berderai. "Saya sedih kalau mengingat kejadian itu," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts