Beredar Foto Pesawat Kepresidenan Baru Untuk Jokowi, Ini Kata Istana
Nasional

Dalam foto yang beredar di media sosial tersebut, tampak pesawat berwarna putih itu masih berada di dalam hanggar. Di badan pesawat, tampak logo Garuda Pancasila dan tulisan 'Republik Indonesia'.

WowKeren - Media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto pesawat baru kepresidenan Republik Indonesia. Salah satu warganet yang membagikan foto pesawat tersebut adalah akun Instagram @avia.pedia.

Dalam foto tersebut, tampak pesawat berwarna putih itu masih berada di dalam hanggar. Di badan pesawat, tampak logo Garuda Pancasila dan tulisan "Republik Indonesia".


Melansir Kumparan, seorang sumber membenarkan bahwa pesawat jenis Boeing 777 yang ada di foto tersebut akan digunakan untuk pesawat Kepresidenan Indonesia. Terkait kabar ini, pihak Istana sendiri menyatakan bahwa tidak ada pembelian pesawat baru.

"Penjelasan sementara saya, tidak ada pembelian," ujar Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP), Juri Ardiantoro, dilansir detikcom pada Kamis (27/2) hari ini. "Tidak ada pesawat baru."

Sementara itu, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono, menjelaskan bahwa pesawat tersebut disewa dari Garuda Indonesia. Senada dengan Juri, Heru juga menegaskan bawha tidak ada pembelian pesawat kepresidenan baru.

"Pokoknya enggak ada pembelian pesawat baru Presiden," tegas Heru. Sedangkan untuk detail mengenai pesawat tersebut, Heru menyarankan untuk bertanya langsung kepada pihak Garuda Indonesia. "Tanya ke Garuda saja," pungkas Heru.

Sebagai informasi, pesawat Kepresidenan Indonesia yang digunakan oleh Presiden Joko Widodo saat ini dibeli pada 2014 silam. Pesawat berwarna biru muda itu berjenis 737-800 Boeing Business Jet 2 (BBJ-2).

Pada bagian depan sebelah kanan dan kiri, tertulis "Republik Indonesia". Juga ada gambar Garuda dan dipasang pula bendera Indonesia.

Pesawat RI 1 tersebut dibeli dengan harga USD 91,2 juta atau sekitar Rp 820 miliar. Pemerintah kala itu membeli pesawat tersebut demi efisiensi anggaran. Pasalnya, biaya menyewa pesawat Garuda Indonesia lebih mahal.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts