Di era teknologi yang canggih ini, pengobatan sebuah penyakit juga ikut berkembang. Hal ini membuat orang bertanya-tanya apakah kerokan benar-benar bisa menyembuhkan suatu penyakit. Penasaran?
- Putri Stevania
- Sabtu, 29 Februari 2020 - 19:00 WIB
WowKeren - Banyak masyarakat Indonesia menyebutkan bahwa obat paling ampuh untuk masuk angin adalah kerokan. Pengobatan alternatif untuk mengusir masuk angin ini, dilakukan dengan cara mengerok logam ke permukaan kulit punggung yang telah dilumuri balsam atau minyak terlebih dulu.
Cara ini banyak dilakukan secara turun-temurun di keluarga masyarakat untuk mengatasi masuk angin, meriang, pusing, dan capek. Namun di era teknologi yang canggih ini, pengobatan sebuah penyakit juga ikut berkembang. Hal ini membuat orang bertanya-tanya apakah kerokan benar-benar bisa menyembuhkan suatu penyakit.
Penasaran? Berikut tim WowKeren rangkum beberapa fakta tentang kerokan di mata dunia kesehatan. Apakah kerokan benar-benar bisa "mengeluarkan" angin dari dalam tubuh? Apakah kerokan aman dilakukan? Yuk simak jawabannya di artikel berikut!
(wk/putr)1. Intip Yuk Pengertian Kerokan Dalam Dunia Medis
Seiring perkembangan dunia medis modern, pandangan terhadap kerokan pun mulai bercabang. Ada sejumlah pihak yang merasa bahwa kerokan berisiko dan tak sebaiknya dilakukan. Kubu ini biasanya berpedoman bahwa kerokan bisa menyebabkan lecet dan luka pada kulit. Gesekan benda keras ini dikhawatirkan dapat menipiskan kulit, membuka pori-pori bahkan pembuluh darah.
Namun tak sedikit yang tak mempermasalahkan praktek kerokan ini. Kalian disarankan untuk kerokan dengan logam yang tidak tajam dan diberi minyak atau lotion supaya tidak lecet. Selain itu menurut hasil tes dan pemeriksaan fisik yang dilakukan para peneliti di Laboratorium Patologi dan Anatomi UNS, tidak ada kerusakan kulit atau kerusakan pembuluh darah yang terjadi karena proses kerokan. Jadi, jika dilakukan dengan benar, kegiatan pengobatan alternatif ini tetap bisa memberi manfaat kok
2. Bikin Salah Kaprah, Kerokan Ternyata Tidak Mebuat Angin 'Keluar' Dari Tubuh
Udara atau angin dingin itu justru membuat pembuluh darah di kulit menyempit sampai-sampai otot-otot kekurangan oksigen. Otot yang tidak bisa bernapas ini-lah yang menimbulkan gejala masuk angin seperti rasa nyeri otot dan pegal-pegal.
Disamping paparan udara dingin, kekurangan gerak sehingga pembuluh darah kaku dan tidak luwes juga memiliki dampak yang sama. Maka dari itu, gerakan mengerok atau menggaruk kulit itu bukannya "mengusir" atau mendorong angin keluar tapi memperlebar pembuluh-pembuluh darah di permukaan kulit yang menyempit karena dingin.
Kerokan pada dasarnya merupakan metode memperlebar pembuluh darah tepi yang menyempit atau menutup (vasokontriksi) menjadi lebar (vasodilatasi), pasti akan meninggalkan bekas merah di kulit. Bekas itu merupakan jejak pembuluh darah yang terbuka atau pecah seiring gesekan koin atau kerokan. Daerah tersebut akan diisi dengan aliran darah yang sebelumnya tertutup.
3. Kerokan Bikin "Ketagihan" Karena Membuat Tubuh Hasilkan Beta Endorfin
Nah disamping melancarkan aliran darah yang mampu mengurangi nyeri otot dan pegal-pegal, kerokan ternyata juga bisa kamu tenang dan segar layaknya menghirup morfin atau zat sedatif. Morfin yang dimaksud bukanlah obat-obat terlarang. Ini adalah morfin yang diproduksi secara alami dalam tubuh kalian sendiri yaitu beta endorfin. Produksi hormon ini diatur oleh jaringan endotel, yaitu bagian terdalam dari pembuluh darah kita.
Tekanan yang dihasilkan oleh gerakan kerokan ternyata mampu mencapai jaringan tersebut sehingga produksi beta endorfin dalam tubuh kalian meningkat. Konsep ini sama halnya ketika kalian sedang dipijat. Maka dari itu banyak orang yang kecanduan dengan rasa tenang dan segar setelah dipijat atau dikerok.
4. Punggung Memang Adalah Tempat Ideal Untuk Kerokan
Untuk mendapatkan manfaat yang optimal untuk memperlebar pembuluh dan melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, kalian harus memilih pembuluh darah yang panjang dan terhubung ke semua bagian tubuh. Jadi dengan satu gesekan koin, manfaatnya bisa dialirkan lebih jauh.
Punggung adalah pusat syaraf terpadu dengan pembuluh darah yang paling panjang dan menyebar kemana-mana. Pembuluh darah tepi yang pecah di ujungnya akibat kerokan akan memaksa sekujur pembuluh darah tersebut untuk melebar. Sebaiknya kerokan juga dilakukan dengan arah miring mengikuti dermaton yaitu arah syaraf menuju kulit yaitu di kanan-kiri tulang punggung.
5. Tradisi Kerokan Juga Ada Di Berbagai Negara
Menggesekkan objek ke permukaan kulit secara berulang kali untuk "mengusir angin" bukanlah metode penyembuhan tradisional yang hanya dapat ditemui di Indonesia. Jika di Indonesia objek yang sering dipakai untuk kerokan adalah uang logam, di negara-negara lain seperti Tiongkok, Vietnam, Kamboja, atau Laos objek yang digunakan berbeda-beda.
Kerokan ala Tiongkok yang disebut gua sha menggunakan sejenis batu giok dengan juga dibantu semacam minyak untuk menghindari iritasi kulit. Seperti halnya gua sha, kerokan di Vietnam yang disebut cao gio ternyata artinya juga ‘mengusir’ atau menggeser angin. Di berbagai kebudayaan Timur ini tampaknya angin melambangkan keburukan atau kesakitan yang harus dihilangkan.
6. Kerokan Bisa Menyebabkan Kelahiran Prematur
Kekhawatiran soal kerokan biasanya terpusat antara penipisan kulit, peradangan, atau masuknya bakteri ketika pori-pori kulit terbuka. Disamping belum benar-benar terbukti secara ilmiah, daya regenarasi kulit manusia yang cukup cepat menjadikan ketakutan ini tidak begitu signifikan. Namun khusus untuk ibu-ibu hamil, kerokan itu bisa jadi berbahaya.
Tidak secara langsung mengancam jiwa ibu atau janin, tapi memicu kelahiran prematur. Zat anti-peradangan seperti cytokines yang pada tubuh orang biasa meningkatkan kekebalan tubuh, pada ibu hamil justru akan menyebabkan munculnya zat prostaglandin. Zat ini bisa memicu kontraksi dini pada kehamilan sehingga berisiko menyebabkan kelahiran prematur.
7. Kerokan Aman Dilakukan Selama Tidak Berlebihan
Asalkan tidak berlebihan atau kecanduan, kerokan tidak akan membahayakan kesehatan kalian. Namun, eski tergolong aman, jika kalian memiliki gangguan pembekuan darah atau mengonsumsi obat pengencer darah, sebaiknya menghindari kerokan.
Demikian juga bagi kalian yang baru saja menjalani prosedur operasi, disarankan untuk tidak melakukan kerokan. Hindari pula melakukan kerokan secara berlebihan, karena berisiko menimbulkan luka. Pastikan kalian menggunakan logam yang telah dibersihkan sebelumnya.
Simak juga yuk beberapa minuman yang ampuh banget atasi flu dalam artikel berikut. Simak juga cara agar tak tertular flu saat musim hujan di sini.