Demi mencegah penularan wabah virus corona yang semakin meluas (covid-19), Pemerintah Iran nekat membebaskan puluhan ribu narapidana (napi) dari tahanan.
- Ruth Meliana
- Rabu, 04 Maret 2020 - 14:55 WIB
WowKeren - Wabah virus corona (Covid-19) saat ini begitu mengguncang dunia setelah dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang. Virus yang pertama kali muncul di pasar ikan dan hewan Wuhan, Tiongkok ini seolah tidak dapat dihentikan lantaran terus menyebar ke berbagai negara di belahan dunia lainnya.
Salah satu negara yang terdampak virus corona adalah Iran. Saat ini, dilaporkan kasus virus corona yang berada di Iran telah mencapai 2.336 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77 orang telah meninggal dunia dan 291 orang dikabarkan sembuh dari virus corona. Sedangkan sisanya masih dalam tahap pemeriksaan dan isolasi.
Kini, Pemerintah Iran melakukan tindakan yang cukup berani demi mencegah penyebaran virus corona semakin meluas tak terkendali. Mereka memutuskan untuk membebaskan sementara 54 ribu narapidana (napi) dari penjara untuk sementara waktu ini.
Juru Bicara Kementerian Hukum Iran, Gholamhossein Esmaili menjelaskan jika kondisi para napi tersebut akan diawasi oleh Kementerian Kesehatan. Menurutnya, kesehatan para tahanan juga sama pentingnya dengan warga lainnya. "Kesehatan para tahanan dan narapidana sangat penting tanpa membedakan apakah mereka tahanan khusus atau biasa," kata Esmaili seperti dilansir dari CNN, Rabu (4/3).
Selain masalah napi, Esmaili juga angkat berbicara mengenai adanya wanita Inggris bernama Nazanin Zaghari-Ratcliffe keturunan Iran yang saat ini ditahan karena kasus mata-mata. Esmailiki mengatakan jika kondisi Nazanin saat ini sangat baik.
Namun, hal serupa dikatakan oleh pihak keluarga Nazanin. Mereka mengklaim jika perempuan berusia 42 tahun tersebut telah tertular virus corona saat berada dalam jeruji besi di Lembaga Pemasyarakatan Evin.
Esmaili lantas menyalahkan media massa atas munculnya berita tersebut. Menurutnya, media-media telah salah memberitakan kondisi kesehatan Nazanin dan kemudian tidak melakukan koreksi atas kekeliuran berita yang telah dibuat.
Sementara itu, suami Nazanin yaitu Richard Ratcliffe telah menyatakan jika sang istri telah mengontak orangtuanya dan menyatakan dalam kondisi sehat. Kasus Nazanin sendiri terjadi empat tahun yang lalu saat ia ditangkap Iran karena dituduh menjadi mata-mata dan langsung dijatuhi hukuman penjara.
(wk/lian)