Wabah virus corona (covid-19) dikabarkan telah masuk ke wilayah Bethlehem. Akibatnya, otoritas pemerintah Palestina langsung menyerukan penutupan gereja dan masjid.
- Ruth Meliana
- Jumat, 06 Maret 2020 - 13:00 WIB
WowKeren - Wabah virus corona (covid-19) saat ini begitu mengguncang dunia setelah dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang. Virus yang pertama kali muncul di pasar ikan dan hewan Wuhan, Tiongkok ini seolah tidak dapat dihentikan lantaran terus menyebar ke berbagai negara di belahan dunia lainnya.
Yang terbaru, virus corona saat ini dilaporkan telah masuk ke wilayah Bethlehem. Dilansir Associated Press dan Arab News, sebanyak tujuh warga Palestina telah terkonfirmasi kena virus corona.
Akibatnya, Pemerintah Palestina langsung menyerukan penutupan gereja dan masjid di wilayah tersebut selama dua pekan. Otoritas Palestina juga membatalkan salat Jumat di sejumlah masjid yang berada di wilayah Bethlehem.
Pemerintah Palestina juga menyerukan penutupan institusi pendidikan, masjid-masjid dan gereja-gereja di area Bethlehem. Kementerian Wakaf Palestina dalam pernyataannya mengumumkan pembatalan salat Jumat di sedikitnya 27 masjid yang ada di wilayah Bethlehem.
Kini, otoritas Palestina juga mengumumkan berbagai langkah guna menghadapi wabah tersebut. Diantaranya adalah dengan melarang masuknya turis asing selama 14 hari ke depan. Selain itu, Pemerintah Palestina juga melarang turis-turis untuk menginap di hotel-hotel di tepi barat khususnya Bethlehem.
Diketahui tujuh pasien yang terdeteksi covid-19 merupakan pegawai hotel di daerah tersebut. Mereka diyakini tertular virus corona dari rombongan turis asal Yunani yang telah menginap di hotel tersebut pada akhir Februari lalu. Dua turis Yunani yang telah kembali pulang ke negara asalnya dinyatakan positif terkena virus corona.
Yunani sendiri menjadi salah satu negara terbaru yang mengumumkan telah memiliki kasus virus corona pada akhir Februari lalu. Virus corona yang menyerang warga Yunani diduga terjadi setelah warga tersebut mengunjungi Italia beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Italia sendiri saat ini tengah menjadi negara di Eropa yang paling terpukul akibat wabah virus corona. Tercatat, sebanyak 2.000 kasus lebih telah ditemukan di negara tersebut dan dilaporkan menyebabkan 52 kematian per Selasa (3/3).
(wk/lian)