71 orang dalam pengawasan akibat Corona di sebuah hotel di Quanzhou, Tiongkok harus dihadapkan dalam pilihan hidup dan mati pada Sabtu (7/3) waktu setempat. Sebab hotel tempat mereka dikarantina dilaporkan ambruk.
- Elvariza Opita
- Senin, 09 Maret 2020 - 09:21 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona diketahui belum mereda kendati sudah lebih dari dua bulan berlalu sejak pertama kali merebak. Wabah ini bahkan dilaporkan telah menginfeksi lebih dari 100 ribu orang, dilansir dari data per Senin (9/3) pukul 07.00 WIB.
Untuk mengidentifikasi apakah seseorang terinfeksi virus ini atau tidak, diperlukan sejumlah tahapan. Termasuk diantaranya karantina selama 14 hari agar otoritas medis bisa memantau kesehatan mereka.
Proses karantina pun tak boleh berjalan sembarangan. Setiap individu yang masuk dalam kategori ini wajib hidup terpisah dan terisolir dari keluarga serta kerabatnya.
Salah satu langkah yang biasa ditempuh adalah dengan menempatkan mereka di sebuah hotel, seperti yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok. Namun nahas, sebuah hotel yang dikhususkan menampung para pasien yang dikarantina akibat Corona ini dilaporkan ambruk pada Sabtu (7/3) malam waktu setempat.
Gedung malang ini terletak di Kota Quanzhou, Tiongkok. Sejak dilaporkan ambruk pada Sabtu kemarin, tim SAR bergerak cepat untuk menyelamatkan para pasien yang terjebak di reruntuhan.
Dilansir dari Al Jazeera, setidaknya ada 71 orang yang terjebak di dalam reruntuhan tersebut. 10 orang telah dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 38 lainnya berhasil diselamatkan. Dengan demikian masih ada 23 orang yang dinyatakan terjebak dalam reruntuhan gedung.
Orang-orang yang berada di hotel itu diketahui belum dinyatakan positif terinfeksi Corona dan sedang dalam pemantauan oleh otoritas medis setempat. Tak pelak kejadian ini pun menimbulkan amarah publik.
"Ada rasa frustrasi yang besar karena kejadian ini merupakan contoh dari restriksi besar-besaran yang digunakan oleh pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus Corona," ujar reporter Al Jazeera untuk Beijing, Katrina Yu. "Pada waktu yang bersamaan, ada rasa putus asa yang besar bagi orang-orang di dalam hotel yang harus dikarantina sebelum dibebaskan."
Pemilik gedung, seorang pria bernama Yang, telah dipanggil oleh kepolisian. Belakangan terungkap lantai dasar hotel itu tengah dalam renovasi ketika gedung mulai ambruk.
(wk/elva)