Menkes Terawan Sudah Jarang Tampil di Tengah Heboh Corona, Istana Buka Suara
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sempat banyak disorot oleh media-media internasional terkait dengan penanganan wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia.

WowKeren - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sempat menjadi sorotan media internasional terkait penanganan wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia. Media internasional seperti The Guardian hingga The Sydney Morning Herald mengkritik sikap Terawan dalam menangani wabah asal Tiongkok ini.

Namun kini Terawan sudah jarang muncul di hadapan publik terkait perkembangan virus corona di Indonesia. Pihak Istana pun memberikan penjelasannya.

Rupanya, Terawan sudah tak perlu menyampaikan pernyataan ke publik terkait virus corona karena Presiden Joko Widodo telah menunjuk Sesditjen P2P Kementerian Kesehatan RI dr Achmad Yurianto sebagai juru bicara penanganan corona. "Sekarang kan sudah ada jubir yang ditunjuk untuk Corona, selaku Sesditjen P2P, jadi beliau sekarang yang menyampaikan informasi ke publik," tegas Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian, Minggu (8/3).

Meski demikian, Donny mengungkapkan bahwa Terawan masih sering bertemu dan melaporkan setiap tindakan terkait corona kepada Presiden Jokowi. Donny juga meminta masyarakat untuk tak berspekulasi lebih jauh terkait hal ini.


"Enggak, enggak ada apa-apa kok, kalau ratas (Rapat Terbatas) tetap pak menteri, tapi yang sampaikan ke publik terkait COVID-19 disampaikan Pak Yuri (Achmad Yurianto)," tegas Donny. "Ini enggak ada apa-apa kok hanya pembagian tugas saja. Ada kejelasan antara yang bicara ke publik siapa, yang menangani secara teknis siapa."

Sebelumnya, media The Guardian menyoroti sikap defensif Terawan pasca seorang Guru Besar Harvard University mengungkapkan kekhawatiran soal kasus Corona di Indonesia. Sedangkan media The Sydney Morning Herald dan The Age mengutip pernyataan kecemasan diplomat Amerika Serikat atas sikap Terawan dalam menangani wabah corona. Apalagi Terawan sempat beberapa kali menyatakan bahwa Indonesia "kebal" virus corona karena kekuatan doa.

Mendapat sejumlah kritik dari media internasional, Terawan sendiri memberikan respons yang santai. Ia menilai semua "serangan" itu hanya akan berjalan sebentar.

"Yang kalian lihat dari luar, serangannya luar biasa. Bahkan dari Amerika. Melakukan segala cara, intimidasi, tekanan. Bahkan terakhir kita juga umrah juga dilarang," kata Terawan di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jawa Barat, Selasa (3/3) pekan lalu. "Tapi kelihatannya sebentar."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts