Seorang laki-laki berusia 100 tahun sekaligus pasien tertua virus corona (COVID-19) dinyatakan sembuh. Pria tersebut bahkan sudah keluar dari rumah sakit sejak Sabtu (7/3) lalu.
- Nidya Putri
- Senin, 09 Maret 2020 - 12:07 WIB
WowKeren - Seorang pria berusia 100 tahun asal Tiongkok dinyatakan sembuh dari virus corona (COVID-19). Ia keluar dari rumah sakit tempatnya dirawat pada Sabtu (7/3) lalu.
Dilansir Xinhua, pasien tersebut diketahui sebagai pasien tertua yang diketahui sembuh dari virus corona hingga saat ini. Pasien tersebut merupakan satu di antara 80 pasien virus corona yang diperbolehkan keluar dari cabang Maternity and Child Health Care Hospital di Optics Valley, Wuhan.
Sebelumnya, ia dibawa ke rumah sakit pada 24 Februari lalu karena infeksi virus corona. Diketahui pria tersebut memiliki sejumlah riwayat penyakit seperti Alzheimer, hipertensi, dan gagal jantung. Dengan kondisi komplikasi tersebut, para profesional medis dari pihak militer mengadakan konsultasi ganda.
Dikutip dari CNN, selama proses penyembuhan corona, beragam variasi medis, termasuk pengobatan antiviral, obat tradisional Tiongkok hingga terapi plasma konvalesen digunakan. Pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa virus COVID-19 lebih banyak menyerang dengan usia lanjut.
Menurut penelitian yang diterbitkan pada pertengahan Februari lalu oleh Pusat Pencegahan dan Pengenalian Penyakit China (CCDC), tingkat kematian bagi mereka yang berusia di atas 80 tahun mencapai 14,8 persen. Penelitian ini memberikan data granular pada parameter seperti kelompok umur dan jenis kelamin orang-orang yang terinfeksi ataupun terbunuh akibat virus ini.
Dari data-data tersebut, salah satu temuan yang paling mencolok adalah tingkat kematian bagi mereka yang berusia di atas 80 tahun mencapai 14,8 persen. Sementara, untuk rentang usia 70-79 tahun, tingkat kematiannya adalah sebesar 8 persen.
Berdasarkan penelitian tersebut, ada dua alasan mengapa orang dengan usia tua lebih rentan terinfeksi virus. Pertama, karena mereka potensial memiliki kondisi sakit yang lebih kronis, seperti diabetes atau penyakit paru.
Sementara alasan kedua adalah sistem kekebalan tubuh yang berubah seiring bertambahnya usia. Hal ini membuat kemampuannya merespons virus, seperti corona, menjadi melemah.
(wk/nidy)