Aliansi massa di Yogyakarta menggelar aksi 'Gejayan Memanggil' demi menolak RUU Omnibus Law. Menanggapinya, UGM pun mengaku mempersilakan mahasiswa mengikuti aksi itu.
- Elvariza Opita
- Senin, 09 Maret 2020 - 14:56 WIB
WowKeren - Hari ini (9/3) aliansi yang melibatkan sejumlah elemen masyarakat di Yogyakarta menggelar aksi bertajuk "Gejayan Memanggil Lagi". Aksi yang digelar sejak pukul 09.00 WIB tadi ini bertujuan untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap RUU Omnibus Law.
Salah satu lapisan masyarakat yang ikut dalam aksi ini adalah mahasiswa, termasuk dari Universitas Gadjah Mada. Menanggapi hal tersebut, UGM pun hanya memberikan reaksi tenang dan mengaku mengizinkan mahasiswanya mengikuti aksi.
"Disilakan saja menyalurkan aspirasi. Sejauh berada di koridor dan mematuhi aturan yang berlaku," ujar Kepala Bidang Humas dan Protokol UGM, Iva Avriani, dilansir dari Merdeka pada Senin (9/3).
Namun Iva menegaskan, bahwa mahasiswa yang mengikuti aksi hari ini merupakan atas nama pribadi dan bukan mewakili institusi. "Tapi aksi tersebut merupakan tanggung jawab pribadi, bukan mewakili institusi," tegas Iva.
Pada kesempatan yang sama, Iva juga menegaskan pihaknya tak akan menjatuhkan sanksi bagi mahasiswa yang mengikuti aksi Gejayan Memanggil. Namun Iva juga menegaskan konsekuensi yang ditanggung dari mengikuti aksi tersebut, termasuk berarti tidak mengikuti perkuliahan, merupakan tanggung jawab pribadi. Pasalnya UGM tetap memastikan aktivitas perkuliahan dilakukan sesuai dengan jadwal yang ada.
"Selama tidak ada aturan yang dilanggar, enggak ada alasan untuk menjatuhkan sanksi," ujar Iva. "Perkuliahan tetap berjalan seperti biasa."
Di sisi lain aksi massa bertajuk "Gejayan Memanggil" itu tengah berlangsung. Tak hanya menolak RUU Omnibus Law, massa juga mengaitkan beleid tersebut dengan RUU Ketahanan Keluarga dan Kebijakan Kampus Merdeka.
Mereka menilai sinergitas diantara ketiga kebijakan berdampak kurang baik bagi iklim pekerjaan di Indonesia. Mulai dari eksploitasi kaum pekerja tanpa memerhatikan kesejahteraan, sampai mahasiswa menjadi tenaga kerja gratis.
Aksi ini tak hanya ramai di lapangan, tetapi juga di media sosial. Hal ini terbukti dari dua tagar bertolak belakang yang kini menguasai daftar Trending Topic Indonesia. Yakni tagar #GejayanMemanggilLagi dan #GejayanGerakanProvokasi yang "menempel erat" di belakang tagar pertama.
(wk/elva)