Belum Ada Vaksin Penangkal, Ternyata Begini Cara Sembuhkan Pasien COVID-19
Nasional

Hingga Minggu (8/3), Indonesia mencatat sebanyak 6 warganya positif terinfeksi virus Corona. Keenam pasien ini pun harus menjalani perawatan sesuai SOP yang diberlakukan WHO.

WowKeren - Wabah virus Corona diketahui sudah menjangkiti 109 negara di berbagai penjuru dunia, termasuk diantaranya Indonesia. Hingga Minggu (8/3) kemarin, pemerintah mengonfirmasi ada 6 orang di Indonesia yang positif terjangkit COVID-19.

Sebagai informasi, lima diantaranya merupakan pengembangan dari kasus Corona di pesta dansa yang kini pasiennya dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Sedangkan 1 pasien terakhir, yakni kasus 06, merupakan kru kapal pesiar Diamond Princess yang kini dirawat di RS Persahabatan, Jakarta Timur.

Tentu menjadi pertanyaan publik, bagaimana SOP penanganan atas pasien-pasien ini. Dilansir dari Merdeka, Direktur Medik dan Keperawatan RSPI Sulianti Saroso, dr Dyani Kusumowardhani Sp.A membuka tata cara perawatan pasien-pasien tersebut.

"Sesuai SOP tadi, kita mengambil cairan dari tenggorokannya, kemudian diperiksa ke Litbangkes, kemudian periksa darah, foto rontgen dada, itu standarnya," ujar Dyani, dilansir pada Senin (9/3). "Kalau pasien rujukan dari luar, tidak masuk IGD lagi, langsung masuk isolasi ditangani timnya."

Pasien yang dinyatakan positif COVID-19 lantas dimasukkan ke ruang isolasi. Nah di sinilah pasien kemudian diberikan obat sesuai gejala yang dialami. Pasalnya sampai sekarang diketahui para ahli medis dan peneliti belum menemukan senyawa untuk mengatasi virus Corona itu sendiri.


"Jadi kalau ada demam diberikan penurun panas, kalau batuk dikasih obat batuk. Kalau virusnya sendirikan kita belum punya antivirus untuk corona," jelas Dyani. "Jadi tidak ada obat khusus untuk mereka yang positif virus corona, sesuai gejala saja. Kecuali dia ada penyakit lain, kita tambahkan obatnya. Misalnya ada infeksi yang lain atau tekanan darah tinggi."

Tak hanya itu, RSPI Sulianti Saroso pun memastikan para pasien terjamin gizi dalam asupan makanannya. Dalam perawatannya pun, setidaknya ada enam dokter dari berbagai disiplin ilmu yang menangani pasien. Tentunya pada petugas medis ini sudah dibekali dengan vitamin dan suplemen penambah daya tahan tubuh agar kesehatan tetap terjaga.

"Kami punya dokter spesialis paru 6, tapi tidak satu pasien satu dokter, ini kerja tim. Misal ada keluhan sakit dalam, berarti ada dokter penyakit dalam, dengan dokter gizi, rehab medik, kalau diperlukan kita akan lakukan konsultasi dengan spesialis lain," tuturnya. "Semua petugas yang menangani pasien harus pakai alat pelindung diri karena kontak langsung dengan pasien, ada antibodi, iya."

Ruang isolasi pun, imbuh Dyani, juga benar-benar steril seperti anggapan bayak orang. Selain itu ada beberapa persyaratan khusus untuk ruang isolasi ini.

"Seperti ruang perawatan biasa, tetapi kita dengan tekanan negatif, sistem sirkulasi udara yang khusus pakai filtrasi dan sebagainya. Satu kamar satu bed, ada alat monitor," pungkasnya. "Ada satu ruangan yang dilengkapi ventilator untuk pasien yang butuh alat bantu napas, ruangan ini tidak boleh diisi dengan pasien yang tidak butuh ventilator."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait