IKNB Pastikan Leasing 'Penyebab' Bentrok Driver Ojol dan Debt Collector Tak Terdaftar
Nasional

Kepala Departemen Pengawasan IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait leasing yang menjadi terkait dalam bentrokan antara driver ojol dan debt collector tak terdaftar di datanya.

WowKeren - Bentrokan terjadi antara ribuan driver ojek online (ojol) dan penagih utang atau debt collector sempat membuat Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencekam. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (5/3) lalu itu bahkan membuat 6 orang mengalami luka-luka.

Aksi tersebut diketahui mengakibatkan kerusakan pada kantor Grab di Ruko Casa Grande, Jalan Padjajaran atau Ring Road Utara, dan sebuah kantor leasing di Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bambang W. Budiawan memastikan perusahaan pembiayaan yang kantornya dirusak oleh driver ojol tidak terdaftar di OJK. "Yang kemarin ramai di Jogja, Sleman tidak terdaftar sebagai sebagai lembaga jasa keuangan di OJK," kata Bambang di kantor OJK pusat, Jakarta, Rabu (11/3).

Lebih lanjut, ia telah memastikan kepada Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) bahwa perusahaan tersebut tak terdaftar sebagai anggota. "Saya sendiri melihat ini merespon saya cari itu namanya tidak ada, saya konfirmasi ke asosiasi tidak ada," tegasnya.

Ia mengaku pihak OJK khususnya bagian industri keuangan non bank (IKNB) sulit menindak perusahaan tersebut lantaran tidak terdaftar. Namun, dirinya meminta kepada pelaku industri perusahaan pembiayaan untuk membenahi masalah tersebut.


Pasalnya, dampak tersebut akan dirasakan bagi keberlangsungan bisnis perusahaan pembiayaan alias leasing yang terdaftar di OJK. Khususnya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan multifinance.

"Kalau tidak terdaftar susah, saya ibaratkan dengan operasi pandawa, first travel, tapi persepsi masyarakat ini jasa keuangan ya ke OJK," pungkasnya. "Respon kami ini dilakukan oleh perusahaan yang tidak saya awasi, jadi kalau industri memperbaiki yak."

Sebelumnya, Public Relations Manager Grab Indonesia, Andre Sebastian turut buka suara terkait bentrokan yang terjadi di antara driver ojol dan debt collector tersebut. Andre menyayangkan kejadian itu terjadi.

"Kami sangat memperhatikan keselamatan para mitra pengemudi, penumpang dan masyarakat," tutur Andre pada Jumat (6/3). "Dan mendesak pihak yang berwenang untuk tidak memberikan toleransi atas tindakan kekerasan dan vandalisme, serta pihak-pihak yang mendukung tindakan yang melanggar peraturan dan mengganggu ketertiban umum."

Andre juga memastikan bahwa sikap dan opini para driver yang merupakan mitra mereka di kericuhan tersebut adalah bersifat pribadi. Hal ini, tutur Andre, tidak mencerminkan opini Grab sebagai perusahaan.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait