Sebelumnya pemeriksaan spesimen terkait virus Corona hanya bisa dilakukan di Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes). Kini ada 2 laboratorium baru yang mendapat izin pemerintah.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 14 Maret 2020 - 10:14 WIB
WowKeren - Pemerintah terus melakukan berbagai upaya demi menekan angka pasien positif virus Corona di Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempercepat pemeriksaan spesimen sehingga pasien yang ternyata positif Corona bisa langsung mendapatkan perawatan terbaik.
Di sisi lain, saat ini hanya Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan lah yang berhak untuk memeriksa spesimen terkait virus Corona. Dalam acara talkshow "Mata Najwa", Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, pernah menyebut laboratorium untuk memeriksa spesimen harus berstatus Bio Safety Level (BSL) 2.
Kekinian pemerintah akhirnya menunjuk dua laboratorium lain untuk membantu memeriksa spesimen-spesimen terkait virus Corona itu. Keduanya adalah Laboratorium milik Universitas Airlangga, Surabaya, dan Laboratorium Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta.
"Pemerintah memutuskan mulai Senin (16/3) besok, pemeriksaan laboratorium sudah bisa dilaksanakan di Balai Besar Teknik Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) di Universitas Airlangga," ujar Yuri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3). "(Dan) Lembaga Biologi Molekuler Eijkman."
Namun rencananya tak hanya tiga laboratorium itu yang diberi izin untuk melakukan tes terhadap spesimen terkait penyakit COVID-19. "Dan beberapa tempat lagi yang saat ini sedang dilaksanakan on the job training," sambung Yuri, dilansir dari Kompas, Sabtu (14/3).
Sebelumnya, kedua laboratorium ini memang sudah santer disebutkan akan dilibatkan dalam memeriksa spesimen terkait Corona. Sebab Presiden Joko Widodo mengaku telah menginstruksikan agar spesimen bisa dicek di laboratorium selain Balitbangkes.
"Mengenai pengecekan saya sudah perintahkan kepada Menkes agar laboratorium di luar Balitbangkes bisa melakukan," ujar Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. "Kelihatannya mungkin di Airlangga, di Surabaya, dan Eijkman. Secara teknis tanya ke Menkes."
Di sisi lain, jumlah pasien positif Corona di Indonesia terus bertambah. Yang terbaru, tercatat ada 69 pasien positif terjangkit COVID-19 dengan 4 diantaranya telah dinyatakan meninggal dunia.
Lonjakan pasien positif ini pun menimbulkan gejolak tersendiri di kalangan masyarakat. Mulai dari tuntutan agar dilakukan lockdown sampai transparansi data riwayat pasien.
(wk/elva)