Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad, meminta Pemprov DKI melakukan pengecekan massal virus corona terhadap warga Ibu Kota.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 17 Maret 2020 - 18:15 WIB
WowKeren - Wabah virus corona (Covid-19) telah memasuki Indonesia. Hingga Selasa (17/3) jumlah pasien yang positif terjangkit virus corona di Indonesia telah mencapai 172 orang.
Hal ini membuat Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad, meminta Pemprov DKI melakukan pengecekan massal virus corona terhadap warga Ibu Kota. Dengan demikian, diharapkan laju penyebaran Covid-19 dapat ditekan.
"Kami minta Pemprov DKI harus segera mengembangkan tes virus corona secara massal," tutur Idris dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (17/3) hari ini. "Minimal bisa menyediakan tes untuk 5 ribu orang per hari, bahkan kalau bisa 10 ribu tes per hari."
Menurut Idris, pemeriksaan massal tersebut perlu dilakukan sejak Kementerian Kesehatan menunjuk Laboratorium Kesehatan Daerah DKI Jakarta sebagai tempat rujukan pengecekan. Hal tersebut tercantum dalam Keputusan Menkes No. HK.01.07/MENKES/182/2020 yang ditandatangani Terawan Agus Putranto pada 16 Maret 2020.
Lebih lanjut, Idris menerangkan bahwa tes serupa juga sudah pernah dilakukan Vietnam saat mengatasi virus corona. Sementara itu, DKI Jakarta sendiri dinilai memiliki anggaran yang cukup untuk menggelar pengecekan massal tersebut.
"DKI memiliki anggaran yang besar, oleh karena itu selayaknya bisa menangani wabah corona secara mandiri ditambah lagi sudah diberikannya kewenangan jejaring Kemenkes," tegas Idris. "Pastikan logistik terkait pemeriksaan seperti Virus Transport Medium (VTM) hingga Alat Pelindung Diri untuk tenaga medis selalu tersedia."
Sementara itu, berdasarkan situs corona.jakarta.go.id, ada 835 berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan 356 pasien dalam pengawasan (PDP) di DKI. Idris menjelaskan bahwa angka tersebut bisa jadi tak menggambarkan kondisi yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengecekan massal.
"Masalah terbesar saat ini adalah kita tidak bisa mengetahui secara pasti berapa banyak warga yang terkena corona dan bagaimana penyebarannya," ujar Idris. "Jangan-jangan angkanya kecil karena jumlah tes yang dilakukan juga tidak banyak."
Yang terakhir, Idris mewanti-wanti DKI untuk selalu siaga mengingat statusnya sebagai Ibu Kota. PSI juga memantau banyak warga yang kesusahan untuk melakukan tes Corona. "Jika tidak tersedia tes dalam jumlah yang cukup, dikhawatirkan nanti tiba-tiba meledak banyak orang sakit dan pemerintah tidak mampu menangani," pungkas Idris.
(wk/Bert)