Belgia menjadi negara Eropa berikutnya yang menerapkan kebijakan lockdown. Langkah ini ditempuh lantaran lebih dari seribu warganya telah positif terinfeksi Corona.
- Elvariza Opita
- Rabu, 18 Maret 2020 - 16:09 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona masih menjadi momok menakutkan bagi negara-negara dari berbagai penjuru dunia. Hal ini tentu tak lepas dari tingkat penularan virus yang begitu kuat dan tak pandang bulu, sampai membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status pandemi.
Namun terjadi pergeseran tren wabah. Sebab kali ini wabah COVID-19 justru lebih banyak menyerang daerah-daerah di Eropa alih-alih Asia, berbeda dengan situasi sebelumnya. Salah satu negara Eropa yang tengah berjibaku dengan wabah ini adalah Italia.
Italia pun mengambil kebijakan tegas dengan me-lockdown alias menutup akses keluar-masuk negara tersebut. Langkah ini lantas diikuti oleh Prancis, berlaku sejak Selasa (17/3) waktu setempat.
Langkah kedua negara ini lantas diikuti oleh Belgia per hari ini (18/3). Perdana Menteri Belgia, Sophie Wilmes, menyebut masa karantina besar-besaran ini akan dilakukan sampai 5 April 2020 mendatang.
Selama masa lockdown, para warga hanya akan diizinkan keluar rumah untuk pergi ke supermarket, apotek, dan bank. Para warga juga baru diperkenankan keluar rumah bila berkenaan dengan urusan darurat.
"Situasi telah berevolusi," ujar Wilmes dalam konferensi persnya pada Selasa (17/3) waktu setempat, dilansir dari CNBC Indonesia. "Dan memaksa kami untuk mengambil tindakan keras untuk membendung penyebaran virus."
Langkah ini memang sebaiknya ditempuh Belgia mengingat hingga Rabu (18/3) 15.11 WIB tercatat ada 1.243 kasus positif COVID-19 di negara tersebut. Dari ribuan kasus itu, sebanyak 10 diantaranya dinyatakan meninggal dengan 14 lainnya dilaporkan sembuh.
Lebih lanjut, Wilmes menjelaskan setiap kegiatan yang dihadiri banyak orang akan dilarang untuk digelar. Namun kegiatan olahraga seperti berjalan dan bersepeda masih diizinkan dengan syarat setiap orang terpisah jarak 1,5 meter.
Sementara itu, supermarket yang beroperasi pun harus membatasi jumlah orang di toko dalam satu waktu. Semua perusahaan juga diimbau agar para karyawannya dibiarkan bekerja dari rumah. Atau jika tidak memungkinkan, perusahaan harus memastikan para staf bekerja dengan jarak yang aman satu sama lainnya.
Sebagai penutup, Wilmes menjelaskan pihaknya siap menerjunkan aparat keamanan untuk memastikan lockdown berjalan dengan baik. "Polisi akan memastikan lockdown diberlakukan. Perusahaan yang tidak patuh akan menghadapi denda yang berat," pungkas Wilmes.
(wk/elva)