Indonesia Pakai Bilik Pembersih Virus Corona, WHO Sebut Berbahaya Buat Kesehatan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sejumlah wilayah di Indonesia mulai membangun bilik disinfektan sebagai 'pembersih' virus Corona. Namun WHO justru menilai cairan yang dipakai di bilik disinfektan justru memiliki sifat yang berbahaya bagi manusia.

WowKeren - Indonesia mengikuti jejak negara-negara lain dengan membuat bilik disinfektan. Sejumlah tempat umum seperti masjid, mal dan perkantoran mulai dilengkap dengan bilik disinfektan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pihaknya sudah mulai memasang sanitizer chamber di beberapa tempat di Surabaya seperti di Balai Kota Surabaya, Taman Bungkul, Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan depan Tunjungan Plaza (TP). Risma berencana menambah bilik sakti tersebut di tempat lainnya.


"Nanti kita akan tambah lagi, kita produksi terus sanitizer chamber ini untuk warga Kota Surabaya," kata Risma. "Sehingga keluarga kita tidak ikut tercemar virus atau bakteri yang kita bawa dari luar. Saya berharap jaraknya nanti antre tetap satu meter lebih. Jangan berdesakan ketika antre mau masuk sanitizer chamber itu."

Namun WHO meminta agar pemerintah berhati-hati dalam menyiapkan cairan untuk bilik diinfektan. Pasalnya alkohol dan klorin yang disemprotkan untuk disinfeksi bisa memberikan efek buruk buat kesehatan.

WHO mengungkap kalau menyemprotkan alkohol dan klorin tak bisa membunuh virus dalam tubuh meski biasa digunakan untuk sterilisasi pada benda seperti meja dan perabotan lain. Bahkan, kedua senyawa kimia ini punya sifat iritatif yang tinggi sehingga berbahaya jika terkena mata dan mulut. Klorin bisa membuat seseorang susah bernafas. Sedangkan alkohol terkadang membuat kulit terasa perih dan terbakar.

WHO sejauh ini merekomendasikan agar masyarakat cuci tangan menggunakan sabun minimal 20 detik. Hal tersebut dinilai lebih efektif ketimbang memakai bilik disinfektan.

Sementara itu, Bimo A. Tejo, Ph.D, Associate Professor di Department of Chemistry, Universiti Putra Malaysia, mengungkap kalau waktu yang dibutuhkan untuk penyemprotan demi mendisinfeksi virus tersebut yakni 10 hingga 30 menit. Namun biasanya, penyemprotan pada bilik disinfektan cenderung lebih singkat.

"Jika cairan tersebut digunakan untuk tujuan disinfeksi, maka diperlukan waktu kontak minimal 10 sampai dengan 30 menit baru bisa mendisinfeksi virus. Sedangkan pada desinfectant chamber waktu kontak tidak lebih dari 1 menit," kata dr. Ratih Nurdiany Sumirat, MKK seperti dikutip dari Kumparan.com.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts