Studi statistik menunjukkan adanya penurunan laju penyebaran virus Corona di Seattle, AS, usai warganya disiplin menerapkan isolasi diri dan physical distancing selama 3 pekan.
- Elvariza Opita
- Rabu, 01 April 2020 - 14:13 WIB
WowKeren - Amerika Serikat kini menjadi episentrum wabah virus Corona dunia. Bagaimana tidak? Jumlah kasus positif COVID-19 di negara adidaya itu sudah mencapai lebih dari 100 ribu kasus.
Berbagai kebijakan pun diterapkan oleh pemerintah, baik pusat maupun negara bagian, untuk bisa menyelesaikan wabah yang ada. Salah satunya isolasi mandiri (self isolation) dan menjaga jarak (physical distancing).
Salah satu yang menerapkannya adalah Seattle, salah satu kota di Negara Bagian Washington, AS. Sudah berjalan selama tiga minggu, belakangan terungkap kebijakan itu ternyata berhasil menurunkan laju penyebaran virus dari manusia ke manusia.
Hal ini terungkap dari sebuah studi statistik yang dilakukan oleh Institute for Disease Modeling (IDM). IDM mengungkap bahwa isolasi diri dan menjaga jarak selama tiga minggu di Seattle berhasil menurunkan laju penyebaran virus.
Data kesehatan ini disusun dari keterangan pemerintah yang dianonimkan di Facebook. IDM lantas menghitung dampak isolasi tersebut.
Hasil penelitian pun mengungkap, berdasarkan data kesehatan masyarakat, tanda-tanda "epidemi melambat" telah terlihat. Fenomena ini tampak sejak awal Maret 2020 lalu.
Dilansir dari AFP, para peneliti menyatakan bahwa jumlah reproduksi penyakit, alias jumlah orang yang menginfeksi rata-ratau satu pasien lain, berkurang nyaris setengah. Bila pada akhir Februari mencapai 2,7, indeks ini tinggal 1,4 sampai 1,8 pada Maret.
Namun angka ini masih belum cukup. Menurut mereka, jumlah reproduksi harus turun sampai di bawah 1,0 agar pandemi menurun. Data ini kemudian dikaitkan dengan bukti-bukti soal penurunan mobilitas warga Seattle di tengah wabah virus Corona.
Peneliti menyebut ada peningkatan jumlah orang di hunian mereka yang sampai 27 persen. Sedangkan jumlah orang di perkantoran mengalami penurunan sampai 43 persen.
"Kami melihat efek positif dari jarak sosial dan tindakan lain yang telah kami lakukan," pungkas Direktur Kesehatan King County, Jeff Duchis. "Meskipun sejumlah besar kasus dan kematian terus terjadi."
Tentu hasil penelitian ini harus menjadi cerminan bagi masyarakat Indonesia. Bahwa ada hasil positif terkait dari segi jumlah kasus positif COVID-19 apabila kebijakan physical distancing dan isolasi diri terus dilakukan secara disiplin.
Kebijakan ini sendiri tengah ditegaskan oleh pemerintah, bahkan sampai membawa embel-embel "darurat sipil". Namun baru sehari berselang, KRL pun terpantau masih ramai dengan penumpang.
(wk/elva)