PBB: COVID-19 ‘Mimpi Buruk’ Terbesar Manusia Setelah Perang Dunia Kedua
Getty Images
Dunia

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan jika pandemi virus corona (COVID-19) merupakan mimpi buruk terbesar umat manusia setelah perang dunia kedua.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) di seluruh dunia telah mencapai 859.929 seperti dilansir dari Worldometers hingga Rabu (1/4) pukul 14.00 WIB. Angka kematian juga terus melonjak menjadi 42.344 korban jiwa. Sementara orang yang berhasil sembuh melawan COVID-19 dilaporkan sebanyak 178.364.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan jika wabah corona berpotensi memberikan dampak buruk bagi ekonomi dunia. Sekjen PBB António Guterres bahkan mengatakan jika dunia akan menghadapi resesi yang belum pernah terjadi di masa lalu.

Guterres mengatakan jika wabah COVID-19 sangat mengancam umat manusia. Pasalnya, pandemi ini telah merenggut banyak nyawa dan mata pencaharian masyarakat dunia.

"Ada juga risiko bahwa kombinasi penyakit dan dampak ekonominya akan berkontribusi pada ketidakstabilan yang meningkat,” kata ketua PBB itu pada peluncuran laporan tentang dampak sosial ekonomi COVID-19 seperti dilansir dari BBC, Rabu (1/4). “Kerusuhan akan meningkat dan konflik juga meningkat.”

Guterres juga membandingkan situasi saat ini dengan tragedi perang dunia kedua. Menurutnya, PBB belum pernah menghadapi krisis sebesar ini sejak yang paling mematikan saat kondisi perang dunia kedua. COVID-19 dinilai sebagai ujian terbesar umat manusia setelah sejarah perang dunia kedua.


"Kami menghadapi krisis kesehatan global tidak seperti dalam sejarah 75 tahun PBB,” ungkap Guterres. “Yang membunuh orang, menyebarkan penderitaan manusia, dan meningkatkan kehidupan manusia.”

“Tapi ini lebih dari sekadar krisis kesehatan. Itu adalah krisis manusia,” sambungnya. “Penyakit coronavirus (COVID-19) menyerang masyarakat pada intinya.”

Oleh sebab itu, ia meminta seluruh dunia untuk bersatu dalam memerangi virus corona. Menurutnya, hingga saat ini dunia masih belum menunjukkan cara efektif untuk melawan COVID-19 dan mengatasi dampak negatif terhadap ekonomi global.

Berdasarkan laporan PBB, 25 juta lapangan kerja diprediksi dapat hilang di seluruh dunia akibat pandemi ini. Bank Dunia juga telah memprediksi jika 24 juta orang sulit terbebas dari kemiskinan di Asia Timur dan Pasifik karena COVID-19.

"Besarnya respons harus sesuai dengan skala krisis, skala besar, terkoordinasi dan komprehensif, dengan tanggapan negara dan internasional dipandu oleh Organisasi Kesehatan Dunia,” pesan Guterres. “Mari kita ingat bahwa kita hanya sekuat sistem kesehatan terlemah di dunia kita yang saling terhubung.”

“Adalah penting bahwa negara-negara maju segera membantu mereka yang kurang berkembang untuk meningkatkan sistem kesehatan mereka,” sambungnya. “Dan membantu kapasitas respons mereka untuk menghentikan penularan.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait